Kemenag Bakal ke Saudi Perjelas Vaksin Booster untuk Jemaah Umroh

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:30 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan kabar terbaru menyangkut pelaksanaan jemaah umroh dan vaksinasi. Kemenag akan ke Arab Saudi untuk meminta penjelasan soal vaksin booster bagi jemaah umroh.

"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi Nomor 421214038 tanggal 15 Dzuhlhijjah 1442 Hijriah atau 25 Juli 2021 Masehi, yang berisi antara lain ibadah umroh tahun 1443 Hijriah dimulai pada tanggal 1 Muharram 1443 Hijriah atau 10 Agustus 2021 Masehi," kata Menag Yaqut dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (30/8/2021).

"Kemudian pemerintah Republik Indonesia belum menerima pemberitahuan secara resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah umroh 1443 Hijriah ini," sambungnya menjelaskan.

Menag Yaqut mengatakan pembatasan umroh di Arab Saudi telah dicabut. Namun hanya WNI yang tinggal di Saudi dan sudah divaksinasi lengkap yang dapat melakukan umroh.

"Lalu suspend sudah dicabut namun masih terbatas terhadap WNI yang memiliki izin tinggal Arab Saudi dengan syarat telah vaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui Arab Saudi," ujarnya.

Vaksin Sinovac dan Sinopharm, kata Menag Yaqut, sudah diakui oleh Saudi untuk umroh. Namun jemaah umroh harus disuntik vaksin booster atau ketiga untuk berangkat ke Saudi.

"Berikutnya, vaksin Sinovac dan Sinopharm sudah diakui oleh pemerintah Arab Saudi, namun saat berangkat jemaah umroh nanti wajib diberikan vaksin booster dari empat jenis vaksin, yaitu, Moderna, Pfizer, Johnson & Johnson, dan AstraZenecca," ucapnya.

Agar soal vaksinasi dan jemaah umroh ini jelas, Menag Yaqut mengatakan akan ke Saudi. Menag berharap ada kabar baik untuk jemaah umroh setelah ada kejelasan dari Saudi.

"Untuk memperjelas ini, pimpinan dan anggota yang terhormat, kami dalam waktu yang paling memungkinkan akan segera ke Arab Saudi untuk memperjelas hal ini. Mudah-mudahan ada kabar setelah dari sana," imbuhnya.

(rfs/gbr)