detikcom Do Your Magic

Jembatan Tempat Pelajar Bergantung di Mamasa Sulbar Sudah Bisa Digunakan

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:24 WIB
Jembatan Gantung di Mamasa (dok.istimewa)
Foto: Jembatan Gantung di Mamasa (dok.istimewa)
Jakarta -

Pembangunan jembatan gantung viral di Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, telah rampung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Labora Tandipuang, memastikan jembatan gantung ini sudah bisa difungsikan.

"Kemungkinan besarnya minggu depan sudah bisa dilewati dengan baik. Bahkan sekarang sudah bisa dilewati, " ujar Labora kepada wartawan, Senin (30/08/2021).

Labora menegaskan, saat ini pekerja tinggal melakukan pembenahan bagian jembatan, yang dianggap bisa membahayakan warga.

"Tinggal pembenahan saja hal-hal yang bersifat mungkin bisa membahayakan, itu kita benahi. Kita perbaiki dengan baik," tutupnya singkat.

Keberadaan jembatan gantung sepanjang 45 meter dengan lebar 1,5 meter di Desa Pamoseang viral di media sosial. Jembatan ini terekam kamera dilintasi sejumlah warga termasuk anak sekolah, dengan cara bergelantungan pada tali kawat jembatan.

Hal ini terpaksa dilakukan, lantaran seluruh lantai jembatan yang berbahan kayu, hanyut setelah diterjang banjir bandang pada akhir 2020. Jembatan gantung ini merupakan akses utama menuju Dusun Rantelelamun, Desa Pamoseang, yang dihuni sedikitnya 150 jiwa.

Sebelumnya, Kepala Desa Pamoseang M Sabir mengaku telah merencanakan perbaikan jembatan gantung tersebut, menggunakan anggaran sebanyak 11 juta rupiah. Namun upaya perbaikan terlambat dilakukan, lantaran saat itu anggaran dana desa belum cair.

"Jadi untuk dana desa ini, saya anggarkan dulu untuk lantainya itu, kurang lebih dari 11 juta. Anggaran itu, anggaran biaya tidak terduga di desa, " kata M Sabir, beberapa waktu lalu.

Proses perbaikan jembatan akhirnya diambil alih BPBD Kabupaten Mamasa, atas instruksi Bupati Mamasa H Ramlan Badawi.

Disebutkan, anggaran yang digunakan untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut sebanyak 30 juta rupiah. Bersumber dari dana tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Mamasa.

(dwia/dwia)