Pengusaha Jakarta Otaki Begal di Makassar karena Sakit Hati

Reinhard Soplantila - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 19:56 WIB
Pelaku begal taksi online di Makassar ditangkap
Pelaku begal taksi online di Makassar ditangkap (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Pengusaha di Jakarta, perempuan berinisial NA (31) ditangkap karena menjadi otak penculikan dan rampok mobil pengendara taksi online di kota Makassar, Sulawesi Selatan. NA melakukan aksi itu karena sakit hati terhadap korban.

"Pelaku sakit hati kepada korban," kata Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Nasrullah, saat dihubungi oleh detikcom, Minggu (29/8/2021).

Penangkapan NA itu dilakukan oleh Unit Jatanras Polrestabes Makassar dibantu oleh Resmob Jakarta Barat, di sebuah hotel di kawasan Jakarta. Selain membekuk pengusaha tersebut, anggota juga turut menangkap tiga orang staf wanita yang turut membantu pelaku dalam melancarkan aksi.

Dari interogasi awal pelaku tersebut diketahui mengenal korban. Namun, kemudian terjadi permasalahan antara keduanya yang hingga kini masih belum disampaikan oleh pihak kepolisian.

"Dari interogasi awal itu, mereka (pelaku dan korban) sebelumnya sudah kenal selama satu tahun terakhir. Kemudian ada masalah antara keduanya," kata Nasrullah.

Sebelumnya, Arman seorang sopir taksi online di Makassar, Sulsel, menjadi korban penyekapan oleh sejumlah orang. Usai disekap, korban kemudian dibawa para pelaku ke Gorontalo, lalu dibuang dan mobil serta barang-barangnya dirampas oleh para pelaku.

"Ya jadi berdasarkan laporan dari masyarakat kami di Makassar memang adanya penculikan dan pencurian terhadap mobil dan beberapa barang yang dia bawa," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto, Jumat (27/8/2021).

Kini korban diketahui telah kembali ke Makassar, usai keluarga korban melihat sebuah video viral di media sosial saat seorang warga memviralkan korban yang ditemukan di sebuah bukit di Gorontalo. Saat ditemukan kondisi korban terdapat luka lebam dan tangan terikat.

Korban pun langsung dipanggil polisi diambil keterangannya. Dari keterangan korban, sempat dipesan oleh seseorang yang mengenalnya dan kemudian tiba-tiba dia mengancam korban dengan senjata tajam.

"Kronologisnya korban merupakan ojek online dimana dia dipesan secara offline yang memang dia kenal orang yang dia pesan tersebut jadi dijemput di rumahnya diajak untuk membeli CCTV, lalu memakan sop saudara di salah satu restaurant di Makassar. Saat di toko tersebut korban diancam seorang yang membawa badik diancam melalui pundaknya untuk menghadirkan dua mobil yang awalnya dibilang digelapkan oleh korban," jelas Afhi.

(eva/eva)