4 Ribu Anak DKI Yatim Piatu Akibat COVID-19, Pemprov Siapkan Bantuan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 11:22 WIB
Stay at home quarantine coronavirus pandemic prevention.Mother and daughter in protective medical masks standing near on window and looks out window.
Ilustrasi anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/virojt)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mencatat sekitar 4.000 anak menjadi yatim piatu akibat pandemi COVID-19. Pemprov DKI pun menyiapkan bantuan untuk menjamin kesejahteraan anak yatim-piatu yang ditinggal orang tuanya karena terpapar virus Corona.

"Hingga saat ini telah terkumpul sekitar 4.000-an data target sasaran," kata Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Uus mengatakan bantuan yang diberikan berupa bantuan pendidikan dan bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Pemprov maupun donatur. Penerima bantuan ialah anak usia 0-21 tahun.

"Jika ada anak yang tidak memiliki wali yang mampu mengurus, kami akan siapkan panti asuhan baik negeri atau swasta dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta," ujarnya.

Uus menyampaikan saat ini pihaknya masih mendata jumlah anak yatim-piatu karena COVID-19. Jadi, jumlahnya akan terus bertambah.

"Kami ingin memastikan bahwa bantuan perlindungan sosial ini tepat sasaran. Sehingga, kelengkapan dan verifikasi data harus dilakukan secara cermat, namun tetap sigap dan cepat implementasinya," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan skema bantuan pendidikan yang bisa diberikan bagi anak yang menjadi yatim-piatu akibat COVID-19. Ini rinciannya.

Kasubag Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan anak-anak yang sudah bersekolah di swasta akan diurus pembuatan Kartu Jakarta Pintar (KPJ). Skema lainnya adalah memindahkan anak tersebut di semester berikutnya.

"Kalau kasusnya sudah sekolah di swasta maka mungkin kita akan bantu mendapatkan KJP. Kalau belum bersekolah diarahkan ke sekolah negeri atau dipindahkan pada semester berikutnya di sekolah negeri," kata Taga saat dikonfirmasi, Rabu (25/8/2021).

Adapun untuk anak yang belum mendapatkan sekolah akan diarahkan mendaftar di sekolah negeri. Skema ini, sebutnya, sama dengan bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak yang ditinggal orang tuanya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes).

"Sama ketika ayah-ibu tenaga kesehatan meninggal, maka dia lolos mendaftar PPDB," ujarnya.

(imk/imk)