Kembalinya 15 Camat 'Pendukung Jokowi' Setelah Sempat Didemosi

ADVERTISEMENT

Round-Up

Kembalinya 15 Camat 'Pendukung Jokowi' Setelah Sempat Didemosi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 05:40 WIB
Pelantikan 15 camat di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Pelantikan 15 camat di Makassar. (Hermawan/detikcom)

Instruksi kedua, para camat baru mesti memperlihatkan kinerja nyata di lapangan. Untuk itu, Danny meminta para camat memaksimalkan pembagian bansos ke masyarakat yang terdampak PPKM Level 4.

Diketahui, Pemkot Makassar menyiapkan 100 ribu paket bansos. Sebanyak 74 ribu di antaranya sudah akan dibagikan kepada penerima yang telah tervalidasi.

"Langsung kasih lihat kerjanya, besok itu saya perintahkan bagi bansos, tentunya membagi bansos itu bukan hal yang sederhana, bagaimana konsolidasi bersama-sama TNI- Polri, tokoh masyarakat dan penerima bansos," ungkap Danny.

Danny juga meminta para Camat untuk membantu memaksimalkan kinerja para lurah dalam penanganan COVID-19.

"Yang sebelumnya saya perintahkan kepada lurah-lurah, pisahkan orang sakit dan orang sehat. Dan yang keempat adalah merangkul semua pihak tanpa terkecuali. Siapapun dia, jadi tidak ada politik di sini, rangkul semua pihak," ungkap Danny.

Daftar 15 Camat 'Pendukung Jokowi' yang Dilantik

Para camat yang dikembalikan jabatannya setelah terkena demosi adalah Camat Biringkanayya Mahyudin, Camat Bontoala Arman, Camat Makassar Alamsyah, Camat Mamajang Edward, Camat Manggala Andi Fadli, Camat Mariso Juliaman.

Selanjutnya ada Camat Wajo Benyamin Turu Padang, Camat Panakkukang Andi Pangeran, Camat Rappocini Sahruddin, Camat Tallo Aylia Arsya, Camat Tamalanrea Muh Reza, Camat Tamalate Fahyuddin, Camat Ujung Pandang Andi Pattaware, Camat Ujung Tanah Ibrahim haidar, serta Camat Sangkarrang Akbar Yusuf.

Ke-15 camat ini sebelumnya dilantik menjadi camat pada tahun 2018 saat Danny Pomanto menjabat sebagai Walkot Makassar.

Namun setelah Iqbal Suhaeb duduk sebagai pengganti jabatan Wali Kota Makassar, posisi ke-15 orang ini dikembalikan ke jabatan semula yaitu Sekcam.

Kasus ketidaknetralan camat Makassar ini sempat menjadi viral beberapa waktu lalu. Kelima belas camat ini secara terang terangan mendukung Jokowi.

Atas tindakan itu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menilai para camat itu melanggar dan patut dihukum disiplin berat.

Pemberian sanksi ini tertuang lewat surat Kemendagri bernomor: 800/6012/OTD A, perihal: rekomendasi pelaksanaan penjatuhan hukuman disiplin berat di lingkungan pemerintah daerah Kota Makassar.

Ada beberapa opsi sanksi berat yang akan diberikan kepada para Sekcam ini. Namun sanksi yang dijatuhkan oleh Kemendagri adalah pencopotan jabatan.


(jbr/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT