DJKI dan Kamar Dagang AS Bahas Pelanggaran Kekayaan Intelektual di RI

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 22:24 WIB
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Freddy Harris menemui delegasi Kamar Dagang Amerika Serikat (USTR) di Ruang Kerja Dirjen KI.
Foto: Dok. Kemenkum HAM
Jakarta -

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Kemenkum HAM Freddy Harris menemui delegasi Kamar Dagang Amerika Serikat (USTR) di Ruang Kerja Dirjen KI. Ia mengungkap pertemuan ini merupakan langkah komunikasi awal dengan USTR dalam rangka Indonesia keluar dari status negara dengan pelanggaran KI berat atau Priority Watch List (PWL).

Freddy yang didampingi Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Anom Wibowo dan Anggota Satgas Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI) Kompol Urip Sucipto dari Mabes Polri mengungkap pihaknya juga menyampaikan kepada USTR bahwa Indonesia ingin menjadi negara dengan kantor KI terbaik di dunia.

"Kita pastikan bahwa kita berada di jalur yang tepat. Kita tidak ingin hanya berubah dari PWL ke WL (Watch List) saja. Kita ingin menjadi salah satu kantor KI terbaik di dunia," kata Freddy dalam keterangan tertulis, Jumat (27/8/2021).

Freddy mengaku optimis Indonesia dapat keluar dari status PWL. Mengingat saat ini, pemerintah melalui DJKI telah membentuk tim Satgas Operasi Penanggulangan Status PWL Indonesia di Bidang KI.

Selain itu, lanjutnya, DJKI juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna mempersempit ruang bagi pelanggaran KI.

"Saya percaya terhadap Direktur Penyidikan DJKI dapat melakukan langkah-langkah yang tepat dengan bekerja sama dengan Kepolisian RI, juga dengan FBI untuk meyakinkan USTR bahwa Indonesia sudah berubah menjadi lebih baik," terang Freddy.

"Tentunya kita harus bekerja keras melakukan ini," imbuhnya.

Ia pun menambahkan jika bisa keluar dari status PWL, maka hal ini akan menjadi capaian yang cukup membanggakan bagi Indonesia.

"Jadi buat saya ini cukup menyenangkan dan membanggakan. Mudah-mudahan kalau dapat (keluar dari PWL) jadi legacy kita juga, di mana Indonesia tahun 2006 sempat keluar, sekarang bisa keluar lagi dari PWL," pungkasnya.

(akn/ega)