Dokter Meninggal di Sulsel Sempat Diminta Tunda Suntik Vaksin Booster

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 18:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid meninjau vaksinasi COVID-19 untuk WNA (Ekspatriat) di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/8/2021).
Ilustrasi. Vaksinasi COVID-19 (Agung Pambudhy/detikcom)
Makassar -

Dokter yang meninggal setelah diberi suntikan vaksin Corona ketiga atau booster di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Yuwardani Makmur, ternyata sempat diminta menunda vaksinasi oleh tim skrining. Tapi almarhumah tetap meminta vaksinasi itu dilakukan.

Informasi tersebut diungkap adik kandung almarhumah, A Suswani. Dia mengatakan vaksinasi itu dilakukan di RSUD Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, Jumat (20/8). Saat itu almarhumah sempat diminta menunda dulu proses vaksinasi, namun tetap meminta diberi suntikan vaksin.

"Jumat, 20 Agustus 2021, setelah periksa pasien, almarhumah menuju ruang vaksin lantai 3, saat skrining tensi awal 187 mmHg, almarhumah istirahat sejenak dan ditensi kembali 176 mmHg. Almarhumah memutuskan tetap vaksin meskipun sudah dianjurkan oleh petugas untuk menunda dulu," ucap Suswani kepada detikcom, Jumat (27/8/2021).

Suswani tak mengungkap lebih lanjut soal alasan almarhumah tetap meminta disuntik vaksin Corona meski sudah diminta menunda. Dia mengaku tak ada penjelasan almarhumah terkait hal tersebut.

"Itu keputusan almarhum untuk tetap vaksin. Tidak ada penjelasan terkait dengan itu," kata Suswani.

Menurut Suswani, kondisi dokter Yuwardani sebenarnya dinyatakan tak ada masalah 15 menit setelah diberi suntikan vaksin. Dia pun dipersilakan pulang.

"Setelah observasi pascavaksin 15 menit, almarhumah pulang dengan kondisi yang sehat," katanya.

Kemudian, pada Minggu (22/8) atau dua hari setelah divaksinasi, Yuwardani disebut sempat melakukan aktivitas berat, yakni mencuci, hingga akhirnya tiba-tiba pingsan.

"Minggu pagi sekitar jam 7 masih sempat ngobrol dengan ayah kami, kemudian melanjutkan aktivitas mencuci baju sambil ngobrol dengan umi (ibu) kami. Di situlah almarhumah pingsan dan menghembuskan napas terakhir di kamar almarhumah," kata dia.

Lihat juga video '400 Dokter Meninggal Akibat COVID-19, IDI Minta Nakes Dipedulikan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.