ADVERTISEMENT

Dokter Perempuan di Sulsel Meninggal Usai Divaksin Tahap III

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 10:40 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi vaksinasi (Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Bulukumba -

Seorang dokter di sebuah rumah sakit di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, meninggal setelah dikabarkan mendapatkan vaksinasi ketiga. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel masih melakukan kajian atas penyebab meninggalnya dokter itu.

Dalam informasi yang beredar di media sosial, sosok dokter yang meninggal bernama Andi Yuwardani Makmur. IDI Sulsel membenarkan meninggalnya dokter perempuan ini.

"Ya benar meninggal," kata Ketua IDI Sulsel, Ichsan Mustari saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (25/8/2021).

Ichsan menyebut informasi meninggalnya dokter ini telah diketahui oleh pihaknya. Karena itu, pihaknya menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tingkat kabupaten dan provinsi.

"Saya kira saat ini tim KPI melakukan investigasi tentu, karena begitu memang prosedurnya kalau ada dugaan itu tim KIPI Kabupaten dan KPI Provinsi melakukan investigasi," tambah Ichsan.

Pihak KIPI disebut akan menelusuri soal apakah benar meninggalnya Andi Yuwardani meninggal setelah mendapatkan vaksinasi ketiga, dan apakah penyebab meninggalnya bagian dari efek vaksinasi.

"Melihat sejauh ini mana kejadian itu. Artinya, kita kan mesti cari dulu, investigasi. Sejak awal vaksinasi telah dibentuk tim kejadian awal. Rekomendasi-rekomendasi akan diberikan karena kita tahu sendiri vaksinasi COVID kan vaksinasi pertama kali, tentu juga kejadian yang seperti itu tetap menjadi analisis tim melihatnya," terang dia.

Kembali pada pesan viral yang beredar, disebutkan bahwa Andi Yuwardani sempat melakukan aktivitas biasa seperti mencuci baju dan berbicara dengan orang tuanya. Tidak lama setelahnya, dokter ini disebut oleng, terjatuh, dan kemudian meninggal.

(tfq/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT