PPP Tepis Anggapan PAN Masuk Koalisi demi Perpanjang Jabatan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 16:51 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menduga masuknya PAN ke koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin untuk mengegolkan rencana amandemen UUD 1945. PPP menyebut Demokrat berimajinasi terlalu jauh.

"Imajinasi Demokrat terlalu jauh, apalagi dikaitkan dengan wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Tidak ada pembahasan itu dalam pertemuan presiden dengan pimpinan parpol," ucap Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Baidowi menegaskan rencana amandemen yang dibahas Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam sidang tahunan MPR 16 Agustus 2021 adalah perihal Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Politikus yang kerap disapa Awiek itu meminta PD tidak memunculkan spekulasi yang membingungkan masyarakat.

"Usulan amandemen terbatas muncul dari Ketua MPR terkait PPHN, bukan perpanjangan masa jabatan presiden," ucap Awiek.

"Jadi sebaiknya tidak membuat spekulasi yang membingungkan publik. Berpolitiklah secara beradab," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat mengaku sudah mengira dari awal bahwa PAN akan diajak masuk koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Demokrat menduga masuknya PAN ke koalisi Jokowi untuk mengegolkan wacana amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden.

"Masuknya PAN akan memperkuat dan target amandemen. Jadi DPD RI sebagai kamar kedua dalam MPR kekuatannya 'tidak dibutuhkan' lagi. Masuknya PAN mengafirmasi agenda amandemen untuk memperpanjang masa jabatan Presiden," terang Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Jumat (27/8).

(zak/tor)