PD Duga PAN Ditarik Jokowi untuk Golkan Amandemen '45

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 15:15 WIB
Wasekjen Partai Demokrat, Irwan.
Foto: Wasekjen Partai Demokrat, Irwan. (Dok: dpr.go.id)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) mengaku sudah mengira dari awal bahwa PAN akan diajak masuk koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Demokrat menduga masuknya PAN ke koalisi Jokowi untuk menggolkan wacana amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden.

"Selamat buat PAN. Itu pilihan politik mereka. Masuknya PAN bisa mengoreksi banyak hal kesalahan yang telah dilakukan oleh Presiden," kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

"Dugaan saya, sejak awal PAN akan ditarik masuk koalisi karena adanya kebutuhan amandemen UUD 1945, tidak hanya sebatas efektivitas pemerintahan semata. Karena koalisi Jokowi butuh tambahan PAN untuk mengusulkan amandemen, kourum pengubahan dan pemberian persetujuan," imbuhnya.

Kalkulasi Irwan, dengan masuknya PAN koalisi pemerintah memiliki 471 kursi di MPR RI. Irwan menyebut koalisi pemerintah hanya membutuhkan 3 kursi lagi agar mencapai kuorum, dan amandemen UUD bisa dilakukan.

"Masuknya PAN akan memperkuat dan target amandemen. Jadi DPD RI sebagai kamar kedua dalam MPR kekuatannya 'tidak dibutuhkan' lagi. Masuknya PAN mengafirmasi agenda amandemen untuk memperpanjang masa jabatan Presiden," terang Irwan.

"Jumlah 44 kursi dari PAN akan menambah kekuatan pemerintah sebelumnya sebanyak 427. Jadi totalnya sekarang kursi pemerintah 471. Kourum untuk amandemen 474 anggota MPR. Tinggal cari anggota DPD RI 3 orang di luar Demokrat dan PKS," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.