Penjelasan Lion Air soal Penumpang Rute Jakarta-Pontianak Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 17:01 WIB
Boeing 737 Max 8 milik Lion Air
Ilustrasi pesawat Lion Air (Herdi Alif Alhikam/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria penumpang Lion Air rute Jakarta-Pontianak meninggal dunia. Pihak Lion Air menyatakan pertolongan medis telah dilakukan sesuai prosedur operasi standar.

"Kondisi satu penumpang yang segera membutuhkan pertolongan medis lebih lanjut telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur oleh awak kabin, petugas layanan darat, bersama tim medis," kata Corcom Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

Dia menjelaskan penumpang berinisial S (67) itu menumpangi pesawat dengan penerbangan nomor JT-718 rute Jakarta dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK), pada Rabu (25/8).

Dia mengatakan Lion Air penerbangan JT-718 dipersiapkan secara baik. Semua penumpang serta awak pesawat sudah menjalani pemeriksaan kesehatan COVID-19 dengan dinyatakan negatif dan sebelum masuk pesawat. Surat hasil uji kesehatan juga sudah diverifikasi oleh petugas medis dari institusi berwenang.

Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOM juga telah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik terbang dan beroperasi. Jadwal keberangkatan JT-718 pukul 15.00 WIB dan tiba di Bandara Supadio pukul 16.25 WIB.

"Selama perjalanan udara, awak kabin tetap monitor/memantau (cabin check) kondisi seluruh penumpang dan tidak ada laporan atau menunjukkan kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis," ucapnya.

Saat pesawat sudah parkir di tempatnya, yakni posisi di landas parkir (apron) serta aman untuk proses penurunan penumpang, pukul 16.30 WIB, awak kabin mendapatkan informasi ada salah satu penumpang yang duduk di nomor 29A membutuhkan pertolongan medis.

Pimpinan awak kabin (senior flight attendant/SFA) bersama kru kabin lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi penumpang. Setelah awak kabin segera mengumumkan apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter atau tenaga medis.

Lion Air lalu berkoordinasi dengan petugas layanan darat bersama tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan guna penanganan penumpang S. Tim medis menyampaikan penumpang dalam kondisi tidak sadarkan diri di kabin pesawat saat di darat.

Menurut prosedur kerja penanganan penumpang, awak kabin segera menjalankan melalui tindakan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau dikenal resusitasi jantung paru. Hal ini sebagai upaya pertolongan medis untuk mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh.

Awak kabin juga memberikan tabung oksigen portabel dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang, menyandarkan kursi, serta memasangkan masker oksigen.

Penumpang inisial S kemudian dirujuk dan dibawa menuju rumah sakit terdekat guna penanganan medis lebih lanjut. Lion Air mendapatkan informasi dari pihak tim medis bahwa penumpang inisial S meninggal dunia pada Rabu (25/8) pukul 17.40 WIB.

"Atas nama manajemen dan seluruh karyawan Lion Air mengucapkan dukacita mendalam atas meninggalnya penumpang S," katanya.

"Lion Air juga menyampaikan terima kasih atas koordinasi awak pesawat, tenaga medis, pengelola bandar udara, serta pihak lainnya dalam penanganan satu penumpang pada penerbangan JT-718," tambahnya.

Lion Air menyatakan awak kabin dibekali kemampuan dalam menjalankan profesi guna menjaga penumpang tetap aman dan semua aktivitas berjalan menurut SOP.

Simak juga Video: Maskapai Ini Berikan Tes PCR Gratis untuk Calon Penumpang

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)