Pertamina Lepasliarkan 206 Anak Penyu Lekang di Pantai Sodong Cilacap

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 10:59 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah kembali melepasliarkan 206 anak penyu lekang (Lepidochelys Olivacea) kembali ke habitatnya pada Senin (23/8) yang lalu. Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kegiatan yang secara rutin dilakukan oleh Pertamina dengan Kelompok konservasi Nagaraja.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa tengah, Darmanto mengungkapkan penyu lekang merupakan salah satu satwa dilindungi di Indonesia, sehingga pelepasliaran tukik penyu lekang ke habitatnya diharapkan bisa melestarikan populasi penyu di alam.

"Sebagai satwa perairan bermigrasi, mereka akan kembali ke darat untuk bertelur. Oleh karena itu, kita perlu menjaga habitat-habitat tempat bertelur yang disukai penyu. Tidak membuang sampah ke laut, jangan memakan telur penyu merupakan upaya yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestariannya," terang Darmanto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Konservasi penyu di Pantai Sodong Cilacap, bermula ketika Ketua Kelompok Konservarsi Nagaraja, Jumawan melihat kegiatan perburuan telur penyu di masyarakat.

Berawal dari permasalahan tersebut ia bersama Pertamina mulai menyusun program pada tahun 2019 dan mulai melakukan edukasi kepada masyarakat. Hingga saat ini Kelompok Nagaraja beranggotakan sebanyak 20 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sekitar.

"Kami secara intensif melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar pantai, jika menemukan telur penyu untuk dapat diserahkan kepada kami. Awalnya cukup sulit, namun setelah infrastruktur konservasi terbangun dan masyarakat melihat serta terlibat langsung dalam kegiatan konservasi, kesadaran mereka mulai tumbuh," ucap Jumawan.

"Saat ini warga sangat antusias untuk bekerja sama bahkan bergabung dengan kelompok kami," sambungnya.

Jumawan menambahkan ketika program ini berjalan, Pertamina hadir dan berperan aktif untuk meningkatkan program konservasi ini. Mulai dari infrastruktur hingga strategi konservasi ke depannya.

"Sebelum adanya Pertamina masuk kesini, saya mengambil air laut, prosesnya hampir satu KM. Beban dari kelompok sangat berat, setelah datangnya Pertamina alhamdulillah lebih mudah dengan lokasi konservasi yang dekat dengan tepi pantai. Kami ucapkan terima kasih karena kegiatan kami sangat terbantu dari Pertamina" jelas Jumawan.

Sejak tahun 2019 hingga saat ini, total tukik yang telah dilepasliarkan oleh Pertamina dan Kelompok Nagaraja mencapai 444 tukik penyu lekang.

Tahapan yang dilakukan meliputi evakuasi telur penyu yang mendarat di pinggir pantai, proses penetasan secara semi alami, kurang lebih 47 hari.

Kemudian setelah menetas dan menjadi tukik kecil, dilakukan proses perawatan selama satu hingga tiga bulan sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitatnya.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho menuturkan Program konservasi penyu ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam pelestarian lingkungan di wilayah operasinya.

"Pertamina bukan hanya berperan dalam pengembangan infrastruktur konservasi, namun turut pula bersama Kelompok Nagaraja untuk membentuk program yang berkelanjutan. Bukan hanya melepasliarkan, tapi turut merancang sistem edukasi terkait kegiatan konservasi ini, kepada masyarakat sekitar pantai dan kepada pihak lainnya" katanya.

Sebagai informasi, konservasi penyu lekang ini merupakan bentuk kolaborasi antara unit-unit operasi Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah yaitu Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Lomanis dan Integrated Terminal Cilacap, serta bekerja sama dengan Kelompok Konservasi Nagaraja.

Hingga saat ini penyu merupakan salah satu satwa langka dan dilindungi (tertuang dalam Undang-undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya). Selain itu, International Union for Conservation of Nature mengkategorikan penyu sebagai Red List of Threatened Species.

Untuk pelepasliaran kali ini dilaksanakan dengan protokol COVID-19 kali ini dan turut dihadiri BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Tengah. Pelepasan ini berlokasi di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap.

(ega/ega)