Round-up

Jual Beli' Tsamara Vs AHY-PD soal Privilege Anak Muda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 07:32 WIB
Tsamara Amany dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Dok. detikcom)
Foto: Tsamara Amany dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Dok. detikcom)
Jakarta -

Isu karpet merah untuk anak muda dan privilege jadi perdebatan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dkk dengan politikus muda Tsamara Amany. Kedua pihak terlibat 'jual beli' argumen.

Dirangkum detikcom, Rabu (25/8/2021), semua bermula dari pidato kebangsaan AHY di acara CSIS yang meminta anak muda tidak diberi karpet merah. AHY merasa anak muda harusnya dikasih kesempatan saja.

"Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah. Namun jangan pula biarkan mereka tumbuh dan berimajinasi tanpa arah," ujar AHY.

Mantan calon gubernur DKI Jakarta itu menyebut anak muda perlu bimbingan, nasihat, dan pengalaman dari para pemimpin, para senior, dan generasi pendahulunya.

"Bukan dilecehkan, dibungkam, apalagi dimatikan jalannya; generasi muda justru harus dituntun, sekaligus ditempa, dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin hebat, menjadi 'game-changer', 'history-maker', menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di masa depan," katanya.

Tsamara Amany membalas pidato AHY. Tsamara menyindir soal privilege atau keistimewaan seseorang.

"Sudah waktunya orang yang punya privilege mengakui kalau mereka itu punya privilege, dibanding mengelak dan bicara ada-ada. Normalize admitting your privilege," kata Tsamara.

Menurut Tsamara, banyak anak muda yang tak paham tentang karpet merah. Mereka ini biasanya sudah berjuang dari kecil.

"P.S: banyak anak muda gak tau apa itu karpet merah karena sejak kecil harus sekolah sambil part-time bantu ortu kerja," kata dia.

Lihat juga video 'AHY: Menyakitkan Jika Masukan-Pandangan Dianggap Bentuk Perlawanan':

[Gambas:Video 20detik]