Balas Tsamara, PD Singgung Gagal Berprestasi tapi Minta Karpet Merah Istana

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 08:01 WIB
AHY dan Herzaky (Dok. Herzaky).
AHY dan Herzaky Mahendra Putra (Dok. Herzaky)
Jakarta -

Politikus muda Tsamara Amany menyindir soal privilege atau keistimewaan seseorang terkait pidato Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal anak muda jangan diberi karpet merah. Demokrat menepis sindiran Tsamara dengan memamerkan capian AHY.

"Tidak ada istilah privilege dalam kamus Partai Demokrat. Sejak awal berdiri, partai ini tumbuh berkembang dengan visi berjuang bersama rakyat, dan dibingkai dalam ideologi yang menyeimbangkan nilai-nilai nasionalis dan religius," kata Kepala Bakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Herzaky mengatakan AHY pernah mendapatkan penghargaan saat lulus dari Akmil. AHY, kata Herzaky, menjabat pimpinan tertinggi Demokrat pun melalui sejumlah perjuangan.

"Begitu juga dengan AHY, baik sebagai individu maupun sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Sebagai individu, AHY ditempa mentalitasnya, nasionalismenya, dan semangat juangnya di TNI," ujar Herzaky.

"Jangan salah, AHY pernah menerima Adhi Makayasa, penghargaan untuk lulusan terbaik Akademi Militer TNI AD angkatan 2000, dan yang menyematkannya kala itu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Apakah itu merupakan privilege atau buah dari usahanya? Kalau itu dianggap privilege, sama saja artinya melecehkan institusi TNI dan presiden yang menyematkannya," sambungnya.

Herzaky menceritakan, sebelum menjadi Ketum Partai Demokrat, AHY berjuang dengan visinya. Hal itu diawali dengan terjun langsung dalam gelanggang politik, lalu berkeliling Indonesia mendongkrak suara partai yang ditaksir hanya di bawah 5% oleh berbagai lembaga survei, namun kemudian terbukti memberikan dampak elektoral kepada Partai Demokrat di Pemilu 2019.

"Jika hari ini AHY dipilih secara aklamasi sebagai ketua umum, itu juga bukan privilege. Ini buah yang dia petik dari perjuangannya mendongkrak elektoral Partai Demokrat di Pemilu 2019 dan keyakinan bersama segenap kader di Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Toh, proses kongres dilaksanakan terbuka dan diikuti para pemilik suara sah di Partai Demokrat," ucapnya.

Selain itu, Herzaky menyampaikan bahwa meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat sejak dipimpin AHY, bukan karena privilege. Kemampuan AHY memimpin para politisi lintas generasi, untuk saling berkolaborasi dan fokus penanganan pandemi ini, dinilai membuat Demokrat semakin banyak dilirik masyarakat.

"Beda cerita kalau diramal dapat suara 4,3% dan nyatanya cuma tercapai 1,8%, tetapi tetap ngoyo menawarkan 44 kader yang dianggap layak jadi menteri, itu namanya anak muda manja. Sudahlah gagal berprestasi, tapi masih minta privilege dan digelarkan karpet merah Istana," imbuhnya.

Lihat juga video 'AHY: Menyakitkan Jika Masukan-Pandangan Dianggap Bentuk Perlawanan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.