ADVERTISEMENT

Kejagung Cecar Eks Dirut Perum Perindo soal Pengelolaan Keuangan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 18:39 WIB
gedung kejagung
Ilustrasi Kejagung (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Utama Perum Perindo, FM, sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan usaha di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) 2016-2019. FM dicecar terkait pengelolaan keuangan di Perum Perindo.

"FM selaku Direktur Utama Perum Perindo 2019-2020 diperiksa terkait dengan pengelolaan keuangan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Leonard mengatakan pihaknya juga memeriksa Direktur Keuangan Perum Perindo periode 2018-2019 dan Direktur Operasional Perum Perindo Oktober 2019-2020 berinisial AG serta Staf Utama Bidang Enterprise Resources Planning (ERP) dan Digitalisasi Perum Perindo berinisial DH. Leonard menyebut mereka dicecar terkait dengan pengelolaan keuangan.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Supardi, mengatakan kerugian keuangan negara dalam kasus ini belum dapat dipastikan. Namun, Supardi menyebut taksiran dugaan kerugiannya senilai ratusan miliar rupiah.

"Kalau kerugian negara fix, kan belum juga, tapi ya kira-kira ratusan (miliar)-lah," kata Supardi di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/8).

Pada Senin (23/8), Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjabarkan kasus ini bermula pada 2017, saat Perum Perindo menerbitkan medium term notes (MTN) atau biasa disebut utang jangka menengah untuk mendapatkan dana dari jualan prospek. Prospek yang dijual Perum Perindo dalam penangkapan ikan mendapatkan dana MTN Rp 200 miliar.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT