Pertemuan PDIP-Gerindra Siratkan 'CLBK', Lanjut ke Pilpres 2024?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:23 WIB
Burhanuddin Muhtadi
Burhanuddin Muhtadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai ada pesan tersirat di balik pertemuan Gerindra dengan PDIP kemarin. Burhanuddin mengatakan potensi keduanya bersatu atau 'CLBK' (cinta lama bersemi kembali). Pada Pemilu 2009, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menjadi pasangan calon presiden.

"Memang pertemuan Gerindra-PDI Perjuangan kemarin menyiratkan indikasi 'cinta lama bersemi kembali'," kata Burhanuddin kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Meski begitu, menurut Burhanuddin, Prabowo akan tetap mempertimbangkan matang-matang soal pilpres. Siapa calon dari PDIP, Burhanuddin menyebut, hal itu tergantung Megawati.

"Saya kira Prabowo akan wait and see dulu terhadap dinamika di kalangan internal PDI Perjuangan. Namun siapa pendamping Prabowo sangat tergantung oleh keputusan Megawati," ucapnya.

Apakah di antara Ganjar atau Puan? "Wallahu a'lam bis-shawab. Hanya Tuhan dan Mega yang tahu," katanya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melakukan pertemuan dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Pertemuan digelar tertutup.

Pertemuan Hasto dengan Muzani digelar di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2020). Pertemuan dibuka sekitar pukul 11.30 WIB, yang ditayangkan secara virtual.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau vaksinasi di Kalimantan Timur.

Untuk diketahui, Jokowi ke Kalimantan Timur untuk meninjau vaksinasi hingga meresmikan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Yang menarik, Prabowo Subianto, yang notabene Menhan, menemani Jokowi dalam kunjungan ini.

(eva/gbr)