Sekolah Tatap Muka di Jakarta Mulai 30 Agustus, Ini Serba-serbinya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 15:31 WIB
Siswa Siswi sekolah dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021).
Uji coba sekolah tatap muka di Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sekolah tatap muka di Jakarta akan dimulai secara terbatas pada 30 Agustus 2021. Sekolah tatap muka dimulai setelah Jakarta turun ke PPKM level 3. Ini serba-serbinya.

Seperti diketahui, status Jakarta turun ke PPKM level 3 sejak 24 Agustus 2021. Salah satu relaksasi di PPKM level 3 adalah soal sekolah tatap muka.

Kasubag Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taga Radja mengatakan pembukaan sekolah tatap muka ini akan difokuskan pada sekolah yang sebelumnya sudah dilakukan uji coba PTM pada bulan lalu. Total ada 610 yang akan melakukan PTM terbatas.

"Tanggal 7 April kita melaksanakan uji coba terbatas pembelajaran campuran. Kemudian 9 Juli 2021 uji coba tahap satu pembelajaran campuran, karena Juni meroket kasus COVID, maka muncul penghentian sementara berdasarkan Kepdis 2021. Agustus kami menyiapkan untuk tahap berikutnya 372 sekolah menunggu penetapan situasi daerah. Karena DKI sudah turun ke level 3, kemungkinan akan dilaksanakan Senin, 30 Agustus," ujar Taga, Selasa (24/8/2021).

Sementara itu, dalam Kepgub terbaru Anies yang dilihat, Rabu (25/8/2021), sekolah tatap muka terbatas di Jakarta boleh digelar 50 persen. Namun ada pengecualian, mulai SDLB hingga PAUD.

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Bisa Bertambah

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menerangkan lokasi sekolah tatap muka masih bisa bertambah. Syaratnya, harus lolos asesmen terlebih dulu.

Nantinya Disdik akan menyiapkan form untuk asesmen sekolah yang mengajukan sekolah tatap muka. Dalam proses itu, tenaga pendidik juga melakukan pembekalan menghadapi PTM yang bersamaan dengan daring.

"Hasil divalidasi oleh pemilik sekolah untuk dilihat. Setelah diverifikasi, dibuatlah waiting list untuk mengikuti pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan merdeka belajar. Pada PTM terbatas ini maksimal hanya 50 persen, maka guru dalam satu waktu mengajar tatap muka, pun daring yang anak-anaknya belajar di rumah, ini wajib semuanya diikuti," kata Taga.

Jika seluruh proses dinyatakan lulus, Pemprov DKI memberikan kesempatan menggelar sekolah tatap muka.

Sekolah Tatap Muka: Ditutup 3 Hari Jika Ada Indikasi COVID

Pemprov DKI juga sudah menyiapkan antisipasi darurat jika dalam pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ada yang terpapar COVID. Sekolah akan ditutup tiga hari.

"Manakala terjadi anak terindikasi terpapar, berdasarkan Pergub 3 Tahun 2021, sekolah tersebut ditutup 3x24 jam, tiga hari," kata Taga.

Selama penutupan itu, dilakukan penyemprotan disinfektan, termasuk melakukan tracing ke siswa maupun tenaga pendidik yang melakukan kontak erat. Kepala sekolah juga diminta berkoordinasi dengan faskes terdekat.

"Kemudian dilakukan swab atau antigen mereka yang sempat melakukan kontak. Setelah semuanya dinyatakan bersih, baru sekolah dibuka kembali," kata Taga.

Sekolah Tatap Muka: Aturan sesuai SKB Menteri

Aturan sekolah tatap muka ini sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona.

Jika merujuk SK tersebut, aturan sekolah yang menggelar PTM terbatas harus sudah memenuhi daftar periksa dan merasa siap. Berikut aturannya:

1. Kondisi kelas

a. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI dan program kesetaraan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas

b. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas

c. PAUD jaga jarak minimal 1, meter dan maksimal lima peserta didik per kelas

2. Jumlah hari dan jam pembelajaran PTM terbatas ditentukan satuan pendidikan, dengan tetap mengutamakan dan keselamatan warga sekolah

3. Perilaku wajib di seluruh lingkungan sekolah saat PTM terbatas

a. Menggunakan masker kain tiga lapis atau sekali pakai (bedah)

b. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, atau menggunakan cairan pembersih tangan

c. Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik misal salaman atau cium tangan

d. Menerapkan etika batuk atau bersin.

4. Kondisi medis warga sekolah

a. Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) harus dalam kondisi terkontrol

b. Tidak memiliki gejala COVID-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan

5. Kantin tidak boleh beroperasi pada dua bulan pertama penerapan PTM terbatas

6. Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak boleh dilakukan di sekolah, namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah

7. Kegiatan selain pembelajaran di lingkungan sekolah tidak dibolehkan selama dua bulan masa transisi

8. Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan dibolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

(idn/imk)