Polisi: Sekda Sumbar Akui 'Surat Gubernur Minta Sumbangan' dari Bappeda

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 11:02 WIB
Surat sumbangan untuk penerbitan buku yang Gubernur Sumbar  (Jeka Kampai/detikcom)
Surat sumbangan untuk penerbitan buku yang Gubernur Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Sekda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Hansastri Matondang, diperiksa kepolisian terkait surat permintaan sumbangan bertanda tangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Kepada polisi, Hansastri menyatakan surat tersebut dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar.

"Iya. Kemarin Sekda sudah datang untuk dimintai keterangan. Dia mengakui surat itu berasal dari Bappeda," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Selain memeriksa Hansastri, polisi memeriksa orang dekat Gubernur Sumbar Mahyeldi, Eri Santoso. Mereka dimintai keterangan terkait heboh surat yang beredar untuk membuat buku profil potensi Sumbar.

Keduanya diperiksa pada Minggu (22/8) di Satreskrim Polresta Padang. Total sudah ada 9 orang yang diperiksa dalam kasus ini.

Diketahui, Hansastri menjabat Kepala Bappeda Sumbar saat surat permintaan sumbangan itu terbit. Namun ia mengaku tak mengetahui soal tanda tangan Mahyeldi di surat tersebut.

Sedangkan Eri Santoso mengaku dialah yang mengenalkan 5 pelaku terduga kasus penipuan tersebut.

"ES mengaku sebagai orang yang mengenalkan lima pelaku, yang sebelumnya kita amankan itu, kepada Gubernur," jelas Rico.

Bagaimana Kasus Mencuat?

Kasus ini mencuat setelah polisi menangkap lima orang, yaitu D (46), DS (51), DM (36), MR (50), dan A (36). Kelima orang tersebut bukan warga Sumbar.

Mereka ditangkap karena diduga melakukan penipuan karena meminta sumbangan ke sejumlah pihak menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumbar.

Saat pemeriksaan, kelima orang ini mengaku melakukan hal serupa pada 2016 dan 2018. Kala itu, Mahyeldi masih menjabat Wali Kota Padang.

Surat permintaan sumbangan yang ditandatangani Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk penerbitan buku profil, beredar luas. Surat itu belum seluruhnya tersebar, karena polisi dengan cepat berhasil mengamankan surat-surat tersebut yang banyaknya lebih dari 3 dus.

Meski begitu, sudah ada 21 pihak yang mentransfer sejumlah uang karena adanya surat tersebut. Total uang yang sudah diperoleh para pengedar surat lebih dari Rp 170 Juta.

Dari dokumen yang diperoleh detikcom, ada 21 pihak yang sudah menyetorkan uangnya dengan besaran bervariasi, antara Rp 8 juta hingga Rp 20 juta. Ke-21 pihak tersebut mulai dari perguruan tinggi terkenal hingga kampus kecil, perusahaan swasta, instansi pemerintah dan rumah sakit.

Simak video 'Ini 3 Dus Surat Permintaan Sumbangan Gubernur Sumbar yang Disita Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/idh)