Pengacara Serahkan Petisi 'Bebaskan Habib Rizieq' ke Habiburokhman

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 13:50 WIB
Jakarta -

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar, menyerahkan petisi 'bebaskan HRS' ke anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Aziz berharap Komisi III DPR bisa mengabulkan petisi yang diklaim ditandatangani oleh ratusan ribu ulama dan sejumlah tokoh agama di Indonesia.

"Alhamdulillah hari ini, Rabu, 25 Agustus 2021/16 Muharam 1443 H kami telah menyerahkan secara simbolis pernyataan dan petisi dari ratusan ribu perwakilan ulama, habaib, tokoh agama, pimpinan ponpes, pimpinan majelis taklim, dan aktivis Islam yang mewakili jutaan umat dan masyarakat untuk keadilan terhadap HRS di kasus RS UMMI... bebaskan HRS atas nama keadilan kepada wakil rakyat kami Pak Habiburokhman (Wakil Ketua MKD dan anggota komisi III dari Gerindra) semoga ini bisa ditindak lanjut secara maksimal," ujar Aziz kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Aziz berharap Habiburokhman bisa memperjuangkan petisi itu. Dia juga berharap anggota Komisi III DPR itu menerima petisi itu.

"Kita mohon kepada Pak Habiburokhman dan Komisi III DPR lainnya untuk menerima dengan baik dan memproses," kata Aziz.

Habiburokhman pun menerima petisi itu. Dia mengatakan akan memperjuangkan petisi itu dan meminta konfirmasi ke sejumlah pihak.

"Jadi kita terima aspirasi ini, dan kita ikhtiarkan, perjuangkan keadilan, kita harap Habib Rizieq dapat hak dan dapat keadilan, ada banyak hal juga akan kita tanya ke pihak terkait," kata Habiburokhman di gedung DPR.

Habiburokhman mengatakan akan bertanya ke Jaksa Agung terkait teknis penahanan Habib Rizieq. Dia juga mengatakan akan mempelajari perkara kasus RS Ummi, Habib Rizieq.

"Kalau kita raker nggak raker langsung eksekusi aja, kita akan tanyakan ke Jaksa Agung, ke MA (Mahkamah Agung) terkait teknis misal keluarnya penahanan dan lain-lain, kita akan tanyakan apalagi nanti ada seleksi calon hakim agung akan kita tanya juga ke mereka, kita akan mendalami perkaranya, soal anggapan masyarakat kita akan tanyakan," jelas Habiburokhman.

Diketahui sebelumnya, masa penahanan Habib Rizieq Shihab diperpanjang oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hingga 7 September. Nantinya masa penahanan Rizieq bisa berubah lebih lama atau lebih singkat bergantung pada putusan di tingkat lanjutan telah diketok.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim) Ardito Muwardi mengatakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jaktim telah melaksanakan penetapan pengadilan terkait penahanan Habib Rizieq pada Kamis (5/8). Habib Rizieq akan ditahan selama sebulan berdasarkan penetapan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 1831/Pen.Pid/2021/PT. DKI tanggal 05 Agustus 2021 tentang penahanan pada tingkat banding dalam perkara RS Ummi dengan Nomor Perkara: 225/Pid.Sus//2021/PN. Jkt.Tim atas nama Habib Rizieq Shihab.

"Yang mana terdakwa Moh. Rizieq alias Habib Muhammad Rizieq Shihab ditahan dalam Rumah Tahanan Negara sejak tanggal 09 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 07 September 2021," kata Ardito dalam keterangan tertulis, Senin (9/8).

Namun, saat itu Aziz Yanuar yakin Habib Rizieq akan keluar pada 9 Agustus kemarin. Aziz menyebut Habib Rizieq bebas dari penahanan kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat; dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Tapi ternyata Habib Rizieq kembali menjalani penahanan selama 30 hari ke depan untuk kasus swab palsu di RS Ummi. Pengadilan Tinggi melakukan penetapan penahanan 30 hari ke depan terhadap perkara RS Ummi. Hal itulah yang membuat pihak Habib Rizieq keberatan.

(zap/tor)