Round-Up

4 Fakta KKB Sadis Bunuh Pekerja Proyek Jembatan di Papua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 22:35 WIB
Satgas Nemangkawi mengevakuasi pekerja jembatan di Yahukimo, Papua
Satgas Nemangkawi saat berupaya mengevakuasi pekerja jembatan (Foto: dok. Istimewa)

Personel melanjutkan perjalanan menuju kamp di Kali Yegi. Saat berada di pertigaan Jalan Trans Papua Dekai Yahukimo-Tanah Merah, rombongan Satgas Nemangkawi kembali ditembaki oleh KKB. Kamal menyebut KKB juga memblokir jalan dengan menebang kayu dan meletakkan di badan jalan.

Tim Satgas Nemangkawi melakukan pengecekan di kamp Kali Yegi dan mencari karyawan PT Indo Papua dengan membunyikan sirene. Mereka melakukan hal itu dengan maksud agar karyawan keluar dari persembunyian, tapi tidak ditemukan adanya karyawan PT Indo Papua.

Satgas Nemangkawi bergerak kembali ke arah kota dan mendapat tembakan tidak jauh dari lokasi kamp Kali Bele. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit. Saat kontak tembak, personel berusaha bergerak maju namun terhalang pohon yang di tebang oleh KKB.

Satgas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan mendapati para karyawan PT Indo Papua bersembunyi di pinggir Kali Braza. Tim mengamankan para karyawan ke atas kendaraan dan membawa menuju Mapolres Yahukimo. Ada 11 orang yang dievakuasi.

Kamal mengatakan anggota yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan medis di Dekai. Dia menegaskan Satgas akan memburu pelaku.

"Personel Satgas Nemangkawi akan terus memburu pelaku dan menindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua," ujar Kamal.

4. KKB Pembunuh Pekerja Jembatan Diduga Punya 6 Senpi

KKB pimpinan Tenius Gwijangge, yang diduga membunuh dua pekerja pembangunan jembatan di Yahukimo, Papua, diduga memiliki enam pucuk senjata api berbagai jenis. Dari enam pucuk, dua di antaranya merupakan senjata api jenis SS2 V1 kaliber 5,56 milik Yonif Linud 432 Kostrad yang diduga direbut KKB.

Komandan Tim Penegakan Hukum Satgas Nemangkawi Kombes Faisal Rahmadani mengatakan pihaknya menduga kedua pucuk senjata api milik TNI AD sudah berada di tangan kelompok Tenius Gwijangge.

"Senjata tersebut memiliki 'trijicon' hingga tembakan mereka terbidik semua," ungkap Kombes Faisal seperti dilansir dari Antara. Dia mengaku belum mengetahui jenis empat pucuk senpi lainnya.


(haf/haf)