Temui Menkes di Jakarta, Gubernur Kepri Minta Tambahan Vaksin Corona

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 21:07 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat bertemu Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Istimewa)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat bertemu dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: dok. Istimewa)
Tanjung Pinang -

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad terbang ke Jakarta menemui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dia datang untuk meminta tambahan dosis vaksin lantaran persediaan di Kepri sudah habis.

Ansar mendatangi Menkes bersama Kapolda Irjen Aris Budiman, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Manalu, dan Kejati Hari Setiyono. Ansar menyebut vaksinasi di wilayahnya sudah mencapai 72,21 persen dan kekurangan.

"Selalu saya katakan bahwa vaksin untuk membentuk hard immunity. Saat ini total masyarakat yang sudah divaksin di Kepri sudah mencapai 72,21 persen. Kita minta tambahan vaksin kepada Bapak Menteri agar bisa kita gesa 100 persen," kata Ansar kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Ansar mengatakan, setelah vaksin selesai dilaksanakan, ia akan kembali berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat, yang kini terdampak pandemi COVID-19.

"Jika sudah 100 persen, baru kita action di pemulihan ekonomi. Apalagi dalam waktu dekat akan ada vaksinasi massal kepada 15 ribu masyarakat di seluruh Kepri," kata Ansar.

Upaya jemput bola itu dilakukan Pemprov Kepri dalam menekan penyebaran COVID-19. Vaksinasi yang dilakukan gencar juga dinilai dapat membuahkan hasil karena bed occupancy rate (BOR) mulai rendah.

"Untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kepri, semua cara kita lakukan. Dan telah ada hasilnya, BOR rumah sakit di Kepri sekarang sudah rendah karena kita juga memberi insentif kepada para korban COVID-19," tuturnya.

Tidak hanya itu, upaya pemulihan ekonomi masyarakat juga dilakukan dengan menggandeng perbankan. Pihak bank akan membantu UMKM yang menjadi sorotan pemerintah pusat.

"Pemerintah pusat menyoroti apa yang sudah kita lakukan. Namun kita tetap tidak boleh lengah. Tetap fokus kerja, serius dan kontinu," ujar Ansar.

(ras/mae)