Walkot Makassar Sebut Stok Vaksin Habis, Sudah Surati Pemerintah Pusat

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 23:22 WIB
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengungkapkan stok vaksin sudah kosong di wilayahnya. Danny mengaku menyurati pemerintah pusat soal permintaan vaksin sejak 2 bulan lalu, tapi tak ada pengiriman hingga saat ini.

Danny awalnya menyampaikan Pemkot Makassar akan meluncurkan program percepatan vaksinasi dengan target 100 RT, 100 persen dalam sehari. Tapi program itu masih terganjal stok vaksin yang kosong di Makassar.

"Kami akan meluncurkan 100 satu 100. Seratus RT satu hari seratus persen. Tapi pelaksanaannya tidak ada vaksin. Jadi kita menunggu vaksin," kata Danny kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (23/8/2021).

Danny mengatakan Pemkot Makassar sejak Juli lalu menyurati pemerintah pusat untuk meminta suplai vaksin sebanyak 200 ribu vial. Namun nyaris 2 bulan berlalu, belum ada vaksin yang dikirim.

"200 ribu vial, itu surat sudah hampir mi 2 bulan. Barangkali saya (mesti) tambah surat lagi," ungkap Danny.


Danny Bingung Vaksin Banyak Disalurkan Lewat Anggota DPR RI

Danny mengatakan vaksin saat ini bukannya tak ada sama sekali yang dikirim ke Makassar. Hanya, kata dia, vaksin itu lebih banyak disalurkan lewat anggota DPR RI.

"Ada yang turun, tapi banyak turun saya lihat lewat anggota dewan. Anggota dewan yang laksanakan (vaksinasi)," kata Danny.

"Makanya kita bingung juga ini, jangan-jangan kita disuruh istirahat ini," sambung Danny.

Danny mengaku bukannya tak bersyukur apabila penyaluran vaksin juga dilakukan anggota dewan atau instansi lainnya, seperti TNI-Polri. Namun dia memandang alangkah baiknya apabila Pemkot Makassar juga tetap bisa melakukan percepatan vaksinasi.

"Maksudnya supaya kita dapat (juga). Kita bersyukur juga tetap ada, tapi bukan pemerintah kota penyelenggaranya.Nanti ada yang mengurangi kepercayaan masyarakat ke pemerintah kota," katanya.

Danny menjelaskan vaksinasi di Makassar saat ini sudah menyentuh angka 45 persen untuk tahap pertama atau memerlukan 700 ribu orang lagi sedikitnya yang harus divaksinasi.

Sementara untuk vaksinasi tahap kedua, baru menyentuh angka 25 persen atau sekitar 235 ribu orang alias sedikitnya masih harus melakukan vaksin terhadap 900 ribu orang.

"900 (Ribu) tambah 700 (ribu), berarti 1,6 (juta), tambah-tambah sedikit lah ya 2 juta, begitu hitungannya," pungkas Danny.

(hmw/aud)