Pemkot Makassar Akan Buat Sirkuit-Lomba Agar Tak Ada Lagi Balap Liar

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 18:55 WIB
Pemkot Makassar akan membangun GOR hingga sirkuit balap motor di daerah Untia, Kecamatan Biringkanaya dengan anggaran ratusan miliar rupiah. (Ibnu Munsir/detikcom)
Pemkot Makassar akan membangun GOR hingga sirkuit balap motor di daerah Untia, Kecamatan Biringkanaya dengan anggaran ratusan miliar rupiah. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramadhan 'Danny' Pomanto meninjau lahan yang akan bangun sebagai fasilitas olahraga berupa GOR hingga sirkuit balap motor. Kawasan tersebut akan dibangun dengan anggaran ratusan miliar rupiah.

Danny bersama sejumlah komunitas motor datang ke kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Dia menargetkan akhir tahun ini sirkuit sudah jadi sehingga bisa digelar kejuaraan.

"Kalau sirkuit ini, insyaallah, kalau setelah perubahan, ini saya pikir untuk tahap awal ini, lintasannya saja, tidak usah ditimbun yang tengah-tengahnya dulu, Januari harus jadi, atau akhir Desember langsung jadi, supaya kita bikin kejuaraan," kata Danny Pomanto, Jumat (20/8/2021).

Danny mengungkapkan sirkuit ini ingin cepat dibangun mengingat banyaknya aksi balap liar di jalanan Kota Makassar. Dia berharap sirkuit balap bisa menyalurkan kreativitas dan bakat warga Makassar di bidang otomotif.

"Nanti, jadi terkonsentrasi di sini, tidak ada lagi balap balap motor di dalam kota, nanti jadi saya suruh langsung ini, mesti ada perubahan (DPRD) lebih cepat, karena ini masih ada di perubahan. Jadi Desember sudah ada kejuaraan di sini, supaya anak tidak jalan-jalan ke mana-mana," jelasnya.

Arena sirkuit internasional itu akan dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Makassar.

"Sirkuit ini sekitar 10 hektare, sementara untuk sirkuit itu kayak bikin jalan saja, jauh lebih murah kira-kira Rp 25 (miliar) kalau sirkuit," terangnya.

GOR Serbaguna

Bukan hanya sirkuit internasional, Danny juga ingin membuat GOR sebagai sarana olahraga masyarakat Makassar. GOR ini disebut multifungsi yang dapat digunakan sebagai rumah sakit darurat hingga tempat pengungsian terpadu.

"GOR bukan sekadar GOR, tapi tempat pengungsian yang sudah direncanakan, tempat rumah sakit darurat, yang direncanakan, jadi multifungsi," kata Danny.

Sementara itu, untuk GOR sendiri, lahan yang disiapkan sekitar 3 hektare yang lokasinya tak jauh dari sirkuit. Dia memperkirakan pembangunan GOR butuh anggaran ratusan miliar rupiah.

"GOR sekitar 3 hektare. Jadi GOR itu tahun depan, kalau GOR itu menyangkut juga penampungan, massal dan tempat evakuasi, termasuk rumah sakit darurat, (anggaran) sekitar Rp 100-200 miliar," ujarnya.

Lokasi dipilih di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, lantaran merupakan kota baru. Kawasan ini juga ditunjuk sebagai pusat pengembangan kota.

"Jadi memanfaatkan tanah Pemerintah Kota di utara, sekaligus pengembangan kawasan utara, yang sudah ditetapkan dalam tata ruang menjadi pusat pengembangan baru dan kota baru, yang sudah ditetapkan oleh pusat," tuturnya.

(jbr/jbr)