Walkot Makassar Kritik Lurah Tak Bawa Warga Isoman di Kapal: Mereka Malas!

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 15:49 WIB
Walkot Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto mewajibkan lurah membawa minimal 1 warga positif COVID-19 ke kapal Pelni KM Umsini tempat isolasi mandiri setiap hari. Danny lalu mengkritik lurah yang tak mampu dan mengeluhkan perintahnya itu.

"Saya kira lurahnya yang tidak tau wilayahnya, karena satu hari satu (pasien), kemudian dia bilang tidak ada orang, nah jelas sekali di situ ada daftar orangnya kok," kata Danny di Makassar, Senin (23/8/2021).

Danny heran lantaran lurah tak mampu membawa satu pasien COVID-19 untuk mengikuti isolasi apung. Lurah di Makassar pun dianggap malas.

"Jadi ada namanya ya, ntar konfirmasi itu ada list-nya, by name by adress, itu ini saja dia tidak bisa cari, bagaimana caranya dia bisa jadi lurah," jelasnya.

Olehnya itu, Danny akan mengganti lurah yang dianggap tak berkinerja baik dalam penanganan COVID-19. Danny juga mensinyalir ada beberapa oknum lurah yang diduga tak mendukung Makassar Recover.

"Tapi kan tiap hari juga ada namanya, malas saja mereka. Makanya saya sudah umumkan, siapa mau jadi lurah silakan, siapa bisa bawa satu orang (pasien COVID-19) satu hari, saya jadikan Lurah," terangnya.

Meski begitu, Danny juga meminta peran Dinas Kesehatan aktif melakukan tracing di lapangan. Khususnya dalam mengindentifikasi warga yang diduga terjangkit COVID -19

"Makanya saya bilang, kalau ada datang satu konfirmasi positif, datangkan COVID Hunter tersebut, jadi yang langsung ditangani, bagaimana yakinkan orang dibawa, karena yakin kan orang juga tidak gampang," tutupnya.

Sementara itu, Lurah Bunga Eja Beru M Sarbhini mengatakan mendukung penuh program Makassar Recover. Ia pun terus meyakinkan warga untuk ikut melakukan isolasi apung di KM Umsini.

"Rata rata (bukan sulit) dia nyatakan kalau dia mau ikut isolasi mandiri. Kita sudah berupaya, tapi karakter masyarakat beda beda, tapi sudah upaya maksimal," katanya.

Sarbhini lebih lanjut mengatakan beberapa warganya yang terkonfirmasi COVID-19 telah dinyatakan negatif. Ia pun masih terus melakukan tracing dan meyakinkan program isoter.

"Itu yang isoman semua sudah negatif, ada 3 orang bulan Juli, kemudian 18 orang di bulan Juni, tapi negatif semua mi. Terakhir di Agustus 1 orang, itu bukan di bunga eja dan didatangi itu rumah sudah kosong," tutupnya.

Lihat juga Video: PPKM Level 4, Pemkot Makassar Larang Warga Gelar Lomba 17-an

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)