Walkot Minta RSU Tangsel Bina-Tegur Nakes yang Salah Skrining COVID Bumil

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 22:54 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (Dok. Dinkominfo Tangsel)
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (Dok. Dinkominfo Tangsel)
Tangerang Selatan -

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta RSU Tangsel membina tenaga kesehatan (nakes) yang salah mengisi formulir skrining COVID-19 ibu hamil (bumil). Dia juga meminta agar nakes tersebut diberi teguran.

"Saya sudah minta melalui dewan pengawas RSU untuk melakukan pembinaan kepada pegawai RSU sambil menegur yang bersangkutan," kata Benyamin saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Benyamin menyerahkan sepenuhnya proses pembinaan kepada pihak RSU Tangsel. Dia ingin pembinaan terus ditingkatkan.

"Saya serahkan ke dewasnya. Pembinaan pegawai saya minta ditingkatkan apalagi dengan kelelahan petugas medis dan paramedis yang sudah dua tahun ini tangani COVID," ujarnya.

Sebelumnya, nakes di RSU Tangsel diduga salah mengisi formulir skrining pasien. Akibatnya, pasien yang merupakan ibu hamil tersebut dianggap mengalami gejala COVID-19.

Hal tersebut diceritakan oleh suami pasien, AM. AM menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/8).

Dia awalnya merasa ada keanehan karena pasien di samping kamar rawat istrinya yang didiagnosa COVID-19 bisa dikunjungi keluarga. Dia kemudian melihat formulir skrining istrinya yang ditulis bergejala COVID-19, padahal istrinya tidak mengalami gejala apapun.

"Setelah saya sadar itu, saya copy buat data saya. Bila mana benar dugaan saya, saya khawatir aja karena katanya di sebelah itu pasien COVID semua. Tapi situasinya kok COVID nggak disteril, keluarganya masuk terus tetangganya masuk jadi beda saja. Di kolom ada batuk (contreng) iya, sakit tenggorokan iya. Yang dugaan berat COVID itu diisi semua dicontreng. (Istri) padahal nggak ada gejala," kata AM kepada wartawan, Jumat (20/8).

AM sempat menanyakan data skrining istrinya kepada tenaga kesehatan di RS. Menurutnya, tenaga kesehatan itu meminta maaf dan mengatakan data pada form tersebut hanya sebatas formalitas.

AM menyebut istrinya belum dites swab antigen maupun PCR. Dia menanyakan siapa yang mengisi data tersebut.

"Belum, setelah saya tanya, ini siapa yang contreng ya. Kata dia waduh maaf salah, langsung dia ambil copy, itu saya tahan saya fotocopy," tuturnya.

Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Humas RSU Tangsel, Lasdo, mengakui ada kelalaian yang dilakukan oleh petugas pada saat pengisian form epidemolog atau EP COVID-19. Saat itu, kata Lasdo, kondisi pasien memerlukan operasi dan pemeriksaan swab TCM (Tes Cepat Molekuler).

Lasdo mengatakan ada petugas lain yang diminta untuk mengisi form pasien tersebut. Hingga akhirnya, katanya, petugas mengisi dengan cara mencontreng saja kolom gejala-gejala COVID-19.

"Karena keadaan tertentu di lapangan, petugas yang meng-anamnesis pasien meminta petugas lain yang mengisi form PE tersebut. Karena permintaan untuk pemeriksaan swab TCM COVID-19, petugas tersebut mengisi kolom ceklis sesuai kriteria COVID," ujarnya.

Lasdo mengklaim pihak rumah sakit tidak menemukan adanya risiko yang membahayakan pasien. Pasien tersebut juga sudah dinyatakan negatif COVID-19.

(jbr/jbr)