Nakes di Tangsel Salah Skrining, Bumil Dianggap COVID Padahal Negatif

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 19:53 WIB
Poster
Iustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Jakarta -

Tenaga kesehatan (nakes) di RSU Tangerang Selatan (Tangsel) diduga salah mengisi formulir skrining pasien. Akibatnya, pasien yang merupakan ibu hamil tersebut dianggap mengalami gejala COVID-19.

Hal tersebut diceritakan oleh suami pasien, AM. AM menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/8/2021).

Dia awalnya merasa ada keanehan karena pasien di samping kamar rawat istrinya yang didiagnosa COVID-19 bisa dikunjungi keluarga. Dia kemudian melihat formulir skrining istrinya yang ditulis bergejala COVID-19, padahal istrinya tidak mengalami gejala apapun.

"Setelah saya sadar itu, saya copy buat data saya. Bila mana benar dugaan saya, saya khawatir aja karena katanya di sebelah itu pasien COVID semua. Tapi situasinya kok COVID nggak disteril, keluarganya masuk terus tetangganya masuk jadi beda saja. Di kolom ada batuk (contreng) iya, sakit tenggorokan iya. Yang dugaan berat COVID itu diisi semua dicontreng. (Istri) padahal nggak ada gejala," kata AM kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

AM sempat menanyakan data skrining istrinya kepada tenaga kesehatan di RS. Menurutnya, tenaga kesehatan itu meminta maaf dan mengatakan data pada form tersebut hanya sebatas formalitas.

"Kalau kena COVID secara alami mau nggak mau saya terima karena keadaannya ya seperti ini. Cuman kalau dibuat-buat, kalau begini, saya nggak terima saya bilang gitu. Dia bidan-bidan yang bertugas minta maaf. Jadi dia bilang, buat formalitas karena di sebelah saya ditanyain juga," ujarnya.

AM menyebut istrinya belum dites swab antigen maupun PCR. Dia menanyakan siapa yang mengisi data tersebut.

"Belum, setelah saya tanya, ini siapa yang contreng ya. Kata dia waduh maaf salah, langsung dia ambil copy, itu saya tahan saya fotocopy," tuturnya.

Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Humas RSU Tangsel, Lasdo, mengakui ada kelalaian yang dilakukan oleh petugas pada saat pengisian form epidemolog atau EP COVID-19. Saat itu, kata Lasdo, kondisi pasien memerlukan operasi dan pemeriksaan swab TCM (Tes Cepat Molekuler).

"Hasil investigasi tim keselamatan pasien sementara, memang ada kelalaian petugas pada saat pengisian form PE untuk permintaan pemeriksaan TCM COVID-19. Waktu itu kondisi pasien yang hamil 39-40 minggu dengan tanda-tanda kemungkinan perlu dilakukan operasi segera dan perlu segera diperiksa swab TCM, apakah perlu dilakukan secara prosedur COVID atau tidak," kata Lasdo.

Lasdo mengatakan ada petugas lain yang diminta untuk mengisi form pasien tersebut. Hingga akhirnya, katanya, petugas mengisi dengan cara mencontreng saja kolom gejala-gejala COVID-19.

"Karena keadaan tertentu di lapangan, petugas yang meng-anamnesis pasien meminta petugas lain yang mengisi form PE tersebut. Karena permintaan untuk pemeriksaan swab TCM COVID-19, petugas tersebut mengisi kolom ceklis sesuai kriteria COVID," ujarnya.

Lasdo mengklaim pihak rumah sakit tidak menemukan adanya risiko yang membahayakan pasien. Pasien tersebut juga sudah dinyatakan negatif COVID-19.

"Memang terjadi kelalaian pengisian rekam medik, namun tim keselamatan pasien tidak menemukan risiko yang membahayakan pasien karena untuk mendiagnosa seseorang terkena COVID atau tidak, adalah tetap hasil dari swab TCM tersebut. Selang beberapa lama hasil lab keluar dan dinyatakan negatif," tuturnya.

"Saat ini pasien dan bayi dalam keadaan baik. Mengenai kelalaian petugas tersebut akan dilakukan pembinaan sesuai rekomendasi tim keselamatan pasien rumah sakit untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali dan meningkatkan patient safety rumah sakit," imbuhnya.

Lihat juga video 'Kasus Nakes Suntik Vaksin Kosong di Pluit Berakhir Damai':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)