Kadispora Tangsel Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Intimidasi Wartawan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 17:36 WIB
Kadispora Tangsel Entol Wiwi Martawijaya (dok.istimewa)
Kadispora Tangsel Entol Wiwi Martawijaya (Foto: dok. Istimewa)
Tangerang Selatan -

Polres Tangerang Selatan memeriksa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangsel, Entol Wiwi Martawijaya. Pemeriksaan tersebut dilakukan terkait adanya laporan dugaan intimidasi terhadap wartawan.

"Panggilannya sebetulnya sudah lama, cuma baru bisa memenuhinya hari ini," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi detikcom, Senin (23/8/2021).

Iman mengatakan panggilan terhadap pria yang akrab disapa Wiwi itu baru sebatas undangan klarifikasi.

"Itu masih undangan klarifikasi," katanya.

Iman menjelaskan pemanggilan klarifikasi itu berkaitan dengan adanya laporan seorang wartawan lokal. Wartawan tersebut melaporkan dugaan intimidasi oleh Wiwi saat melakukan peliputan.

"Kejadiannya sudah lama di kejaksaan. Kalau di videonya tipis-tipis gitulah, cuma ngomong apa gitu (Wiwi)," kata Iman.

Saat itu wartawan tersebut melakukan doorstop terhadap Wiwi, yang baru keluar dari kantor Kejaksaan. Di hari yang sama memang sedang dilakukan pemeriksaan di Kejari Tangsel terkait kasus dugaan korupsi KONI.

"Pas Kadis turun dari kejaksaan mau masuk mobil ditanya (oleh wartawan) tentang KONI, kan ada pemeriksaan KONI di kejaksaan masalah korupsi itu," jelasnya.

Sebelumnya, video dugaan intimidasi terhadap wartawan itu viral. Dalam rekaman video yang beredar, Wiwi terlihat mengepalkan tangan kepada wartawan tersebut karena merasa keberatan atas tulisan wartawan tersebut. Padahal, wartawan tersebut sudah menulis berita sesuai kaidah jurnalistik.

Karena merasa terintimidasi, wartawan tersebut kemudian melapor ke Polres Tangsel. Dua saksi dari pihak wartawan yang melapor sudah diperiksa polisi.

detikcom telah menghubungi Kadispora Tangsel Entol Wiwi Martawijaya untuk meminta tanggapan terkait pemeriksaan tersebut. Namun hingga berita ini dimuat, Wiwi belum memberikan tanggapan.

(mea/hri)