Pemprov DKI Akan Desain Kawasan Kota Tua Seperti Tahun 1627-1632

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 14:58 WIB
Suasana Kawasan Wisata Kota Tua pada Rabu (18/8/2021) siang
Suasana Kawasan Wisata Kota Tua (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Kota Tua saat ini sedang memasuki proses revitalisasi. Pemprov DKI Jakarta akan membuat desain Kota Tua seperti tahun 1627.

"Nanti akan didesain seperti pada saat 1627 sampai tahun 1632," ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho dalam webinar bertajuk 'Geliat Infrastruktur DKI Selama Pandemi', Senin (23/8/2021).

Salah satu kawasan yang didesain berlokasi di Jalan Lada yang dulu dikenal dengan sebutan 'Kanal Macan'. Di sana, nantinya akan dibuat tipologi dari pedestrian di kawasan tersebut.

"Namun kita seolah-olah kita kembalikan ke sejarah yang lama, yaitu pada tahun 1627 sampai 1632 dan 1650 sampai 1657 karena pada tahun tersebut memang menjadi spirit prince. Artinya esensi Kota Tua memang jadi kebanggaan kita pada zaman di Batavia dulu," kata Hari.

Nantinya, di kawasan tersebut juga akan difasilitasi dengan berbagai tempat duduk bagi para pengunjung. Selain itu, di kawasan itu akan diterapkan LEZ (low emission zone) yang nantinya tidak boleh ada kendaraan melintas selain TransJakarta.

"Nanti kita akan bangun pedestrian senyaman mungkin jadi orang ke Kota Tua itu mereka akan nyaman berjalan maupun ada street furniture-nya baik ada plaza-plaza maupun tempat duduknya. Nanti akan kita intregrasikan kereta apinya dari Kemenhub," jelas Hari.

"Nanti tidak ada lagi kendaraan yang masuk ke Kota Tua selain bus TransJakarta dan di situ akan menjadi plaza atau tempat pejalan kaki seperti di kota-kota atau negara Eropa lainnya yang maju," sambungnya.

Dalam diskusi yang sama, Hari mengatakan saat ini Jakarta sedang menjalani proyek 'Menuju Jakarta Walkable 2021'. Nantinya, di kawasan Jakarta sendiri akan difasilitasi trotoar bagi para pejalan kaki agar mereka merasa nyaman saat berjalan kaki di Jakarta.

"Jadi konsep kota modern adalah pejalan kaki adalah menjadi skala prioritas nomor satu," ungkap Hari.

Nantinya kebijakan penataan trotoar di kawasan Jakarta diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi para pejalan kaki. Trotoar-trotoar itu disebut akan dibangun di kawasan yang menjadi pusat kegiatan warga, baik itu pusat perbelanjaan maupun pusat perkantoran.

"Artinya semua konsep ini akan dibikin konsep pembangunan di Jakarta. Kita nanti akan membangun trotoar di wilayah yang mobilitasnya tinggi. Kemudian aktifitas kawasan yang memiliki ruang jalan," tutup Hari.

(idn/idn)