Pemprov DKI Akan Tetap Tempatkan PKL di Sabang Usai Revitalisasi Trotoar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 12:44 WIB
Suasana di Sabang (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Wajah kawasan Sabang di Jalan H Agus Salim, Jakarta Pusat, akan disulap menjadi tempat wisata kuliner bergaya milenial. Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Sabang tetap dipertahankan dan bakal ditata seusai revitalisasi trotoar.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta memutuskan tetap akan menempatkan PKL di Kawasan Sabang. "Iya tentu (akan fasilitasi PKL), tentunya, tentunya yang sudah ada existing sekarang kan kami pertahankan. Jangan sampai akhirnya mereka malah terpinggirkan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cucu Kurnia, saat dihubungi, Rabu (15/1/2020).


"Itu makanya ditata biar nggak saling ganggu (antara toko dan PKL), tapi saling support. Tujuan akhirnya kan win-win, everybody happy," ujar Cucu.

Setelah revitalisasi dikerjakan oleh Dinas Bina Marga pada 2021, Dinas Parekraf akan menata Kawasan Sabang di Jalan H Agus Salim menjadi kawasan pariwisata kuliner. Dia terinspirasi Kawasan Sabang pada 1970 dan 1980.

"Dulu kan Jalan Sabang itu terkenal memang tempat nongkrong ya tahun-tahun 70, 80-an. Ya kami hidupkan lagi lah, tapi sesuai dengan gaya yang lebih kekinian, milenial lah sebetulnya. Jadi di sana tempat orang datang untuk kebutuhan makan atau sekadar ketemuan, kayak gitu," ucap Cucu.

Saat ini, sudah ada proses sosialisasi kepada warga dan pedagang di Kawasan Sabang. Namun proses sosialisasi dikerjakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), serta Kota Administrasi Jakarta Pusat.

"Iya harusnya sudah dilakukan, mungkin dari Wali Kota Jakarta Pusat atau Dinas UMKMP juga terlibat," ucap Cucu.

Diketahui, Dinas Bina Marga menunda revitalisasi trotoar Kawasan Sabang. Revitalisasi baru akan dikerjakan pada 2021.

"Sabang belum. Dulunya kita mau ngambil di Kebon Sirih. Kebon Sirih-Sabang," ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada wartawan.

Hari mengaku saat ini tengah berfokus mengenai integrasi di Cipete dan Antasari. Namun dia membenarkan bahwa rencana revitalisasi kawasan Sabang yang berada di Jalan H Agus Salim itu akan berkonsep trotoar kuliner pariwisata.

"Memang mau KSD (Kegiatan Strategis Daerah) kuliner pariwisata sekaligus revitalisasi dari Sabang sampai Kebon Sirih," kata Hari.

"Mungkin tahun depan, 2021," imbuh Hari.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku mendapatkan laporan mengenai trotoar kawasan Sabang akan direvitalisasi untuk lokasi berjualan PKL. Atas kabar itu Prasetio menyatakan ketidaksetujuannya.

"Di sini, rumah tua, toko tua, tempat makanan, kuliner, tapi harus diatur yang rapi oleh pemerintah daerah. Jangan masyarakat (pemilik toko) nggak diundang oleh pemerintah daerah. Tapi PKL diundang oleh pemerintah daerah," ucap Prasetio kepada wartawan pada Senin (13/1).

Menurut Prasetio, PKL seharusnya tidak ditempatkan di kawasan yang dikenal dengan sebutan Sabang itu. Sebab, sudah ada lokasi sentral PKL di Thamrin 10.

"Cukup. Jangan PKL ditambah bobot di sini," kata Prasetio. (aik/aan)