DPRD DKI Belum Tahu Rencana Bangun Rumah Susun di Area Kastel Batavia

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 06:45 WIB
Penemuan Kastel Batavia
Foto: Penemuan Kastel Batavia (Dok Istimewa)
Jakarta -

Sekretaris Komisi D, DPRD DKI Jakarta Syarif belum mengetahui soal rencana pembuatan rumah susun atau permukiman di Jalan Tongkol, Pademangan yang ditemukan kastel zaman Batavia. Untuk itu, Komisi D akan meminta penjelasan soal rencana tersebut.

"Di Tongkol tidak ada rencana. Yang ada di Jalan Kunir (Kota Tua, Jakarta Barat). Jalan Kunir itu, ada shelter warga yang tergusur di 2015, di zaman Ahok (Gubernur Basuki Tjahaja Purnama)," kata Syarif, Sabtu (29/5/2021).

Kalau misal Pemprov akan membangun di kawasan Pademangan dan ada temuan cagar budaya, maka mereka harus mengkaji ulang. Komisi D pun menyebut akan memanggil Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) untuk minta penjelasan.

"Kalau Tongkol, ditemukan kastel dan artefak-artefak. Itu memang harus di-review lagi. Nggak bisa sembarangan. Ada UU-nya, merusak cagar budaya ada pidananya," kata Syarif.

"Yang pasti kita akan minta penjelasan karena banyak program Dinas Perumahan, soal rusun ini cukup pesat dan capaiannya lumayan. Sudah sangat baik," ucapnya.

Syarif meminta agar pemerintah tidak membuat rusun di atas tempat bersejarah atau cagar budaya. Pembangunan di dekat area cagar budaya bisa mencontoh Kampung Akuarium.

"Kalau Kampung Akuarium, di sisi selatan Kampung Akuarium ada Museum Bahari. Itu lagi revitalisasi bersamaan dengan Kampung Akuariunm. Nggak nempel dengan cagar budaya," ujarnya.

Diketahui, arkeolog Universitas Indonesia (UI) menemukan Kastel Batavia yang terpendam sedalam 1,5-2 meter di Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara. Kastel itu diduga didirikan sekitar tahun 1600 ketika Jakarta masih bernama Batavia.

Ketua RT 08 RW 1, Suwanto, menyebut arkeolog sudah beberapa kali meneliti keberadaan Kastel Batavia itu. Dia menyebut kastel itu bagian dari sejarah.

"Sebenarnya hal itu sudah cukup lama ya, apalagi orang arkeolog sering ke sini. Di belakang ini kan juga ada kastel juga, itu juga bekas sejarah," ujar Suwanto saat ditemui di lokasi, Sabtu (29/5).

Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif.Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif. Foto: dok. istimwa

Lihat juga Video: Situs Bangunan Kuno di Lereng Bromo, Diduga dari Kerajaan Singasari

[Gambas:Video 20detik]