Hatta Rajasa Singgung Isu Amandemen UUD 1945, Zulhas: Jangan Khawatir

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 14:20 WIB
Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan resmi menutup kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).
Hatta Rajasa, Zulkifli Hasan dan Soetrisno Bachir (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Ketua Majelis Petimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa menanggapi isu rencana amandemen UUD 1945. Dia mengungkap sejumlah pertanyaan terkait adanya wacana amandemen itu.

"Amandemen UUD 1945 baik secara terbatas maupun luas dimungkinkan secara konstitusi, akhir-akhir ini muncul keinginan untuk melakukan amandemen UUD 1945 secara terbatas. Pertanyaannya, pertama ke arah mana amandemen akan dilakukan, kedua siapa yang bisa menjamin perubahan hanya terbatas, ketiga siapa yang bisa menjamin amandemen terbatas tidak menimbulkan kegaduhan baru," kata Hatta, dalam sambutannya di acara HUT ke-23 PAN, Senin (23/8/2021).

Meski begitu, dia percaya wacana isu masa jabatan presiden 3 periode tidak akan terjadi. Dia lantas menilai usulan itu bikin menggelitik.

"Seiring dengan isu tiga periode walaupun saya tidak mempercayai itu karena presiden membantah secara jelas, namun suara itu dimunculkan oleh kelompok tertentu dan akhir-akhir ini ada isu perpanjangan sampai 2027. Pertanyaan itu menggelitik kita semua," ujarnya.

Kembali ke amandemen, Hatta juga menyinggung alasan amandemen yakni membangkitkan garis besar haluan negara yang akan bernama pokok-pokok haluan negara (PPHN).

Dia lantas bertanya apakah pembangunan negara sejak reformasi tidak memiliki haluan. Hatta menilai alasan itu merupakan sesat pikir.

"Sebagai orang-orang yang disebut sebagai orang yang berfikir cerdas, dan berada di depan tentu ini harus kita respons. Okelah kita asumsikan perubahan itu bisa terbatas, namun muncul lagi pertanyaan katakanlah untuk membangkitkan kembali ruh garis besar haluan negara bernama pokok pokok haluan negara," ucapnya.

"Yang menggelitik adalah argumentasi yang diajukan selama ini sejak reformasi pembangunan dikatakan tidak memiliki arah dan haluan apakah demikian? reformasi melakukan pembangunan tanpa arah? Jelas ini sesat pikir," lanjut Hatta.

Lebih lanjut, dia berharap semua kader PAN untuk tetap berjuang pada agenda partai. Dia meminta PAN harus bekerja meluruskan penyalahgunaan agenda reformasi.

"Saya sungguh mengharapkan dewan pakar kita dan fraksi bekerja keras, kita harus betul-betul tetap dapat melanjutkan agenda reformasi dan meluruskan penyalahgunaan reformasi agar kita tetep jadi partai yang selalu berada di depan manakala bangsa dan rakyatnya sedang mengalami kesulitan," ucapnya.

Sementara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memastikan amandemen tidak akan terjadi. Zulkfli yang kini menduduki Wakil Ketua MPR meminta semua pihak tidak khawatir secara berlebihan.

"Saya kira tidak usah khawatir akan terjadinya amandemen itu tidak akan terjadi, kalau mungkin amandemen terjadi pada masa saya ketum MPR, itu mungkin tapi tidak terjadi. Oleh karena itu saya kira sampai pemilu yang akan datang amendemen tidak akan terjadi Dan tidak usah khawatir yang berlebihan," ujarnya.

(eva/gbr)