Ketum PAN: Jokowi Lebam Atasi Pandemi, tapi Kita Tak Bisa Bantu Banyak

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 12:46 WIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut Jokowi lebam-lebam mengatasi pandemi (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom).
Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut Jokowi lebam-lebam mengatasi pandemi. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai Jokowi telah bekerja keras menghadapi pandemi COVID-19. Zulhas menyebut Jokowi sampai lebam-lebam.

"Saya beberapa waktu yang lalu berjumpa dengan Bapak Presiden saya mengatakan, Pak Presiden saya sering lihat wajahnya di TV lebam-lebam. Artinya beliau bekerja keras bersungguh-sungguh mengatasi pandemi yang melahirkan juga kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial," kata Zulhas pada acara HUT ke-23 PAN di Kantor DPP PAN di Jl Amil, Jakarta Selatan, Senin (23/8/2021).

Zulhas menyebut dia dan PAN tidak bisa banyak membantu Jokowi. Hanya doa yang diberikannya untuk Jokowi.

"Saya mengatakan kita tidak bisa bantu banyak oleh karena itu saya mendoakan semoga Bapak Presiden selalu diberi kekuatan, kesehatan, ketabahan dan pertolongan Allah untuk menghadapi pandemi dan segala kesulitan ini," kata dia.

Kendati begitu, Zulhas menyebut, masih ada sejumlah pejabat pemerintahan yang saat ini masih memikirkan kepentingannya sendiri. Padahal Jokowi sudah berjuang keras menghadapi pandemi COVID-19.

"Tapi sekaligus saya sampaikan kalau Presiden sampai lebam-lebam badannya tapi banyak birokrat yang masih memikirkan untuk kepentingannya masing-masing," ungkap Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas menyampaikan, dalam penanganan pandemi COVID-19 ada 3 hal harus menjadi perhatian. Yakni, pembatasan mobilitas masyarakat, vaksinasi serta pemberian bantuan langsung bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi.

"Pandemi itu 3 hal yang dikerjakan, dulu namanya PSBB sekarang PPKM. Kedua seiring dengan itu, vaksin. Dulu kita PSBB vaksinnya longgar dikit, terjadilah gelombang kedua yang dikenal virus Delta. Jadi PPKM kemudian vaksin, yang ketiga bantuan langsung kepada saudara-saudara kita yang terdampak," kata Zulhas.

Zulhas menyampaikan kepada pemerintah mengapa masih banyak yang bermain terkait COVID-19. Dia menyinggung soal sembako hingga vaksin.

"Bantuan langsung dijadikan sembako lah agar bisa bagi-bagi ada catutannya. Tentu ini menyimpang dari harapan kita. Vaksin harusnya kita Desember sudah 10 juta, bulan Agustus ini harusnya sudah 90 juta, harusnya, sehingga kita tidak mengalami masalah-masalah seperti yang kemarin. Kita lihat apa yang terjadi, juga ada kepentingan-kepentingan vaksin itu sampai ada pergantian Kementerian Kesehatan kemarin," ujar Ketum PAN.

Lihat juga video 'Data Sebaran 12.408 Kasus COVID-19 RI 22 Agustus':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)