Ketum Muhammadiyah Minta PAN Tak Elitis ke Rakyat

Rakha Arlyanto - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 12:29 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir disuntik vaksin Corona di RS PKU Yogyakarta, Rabu (3/3/2021).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: dok PP Muhammadiyah).
Jakarta -

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, berharap PAN membantu pemerintah mengatasi pandemi COVID-19. Haedar tak ingin PAN bersikap tinggi hati kepada rakyat.

"PAN, baik dalam menghadapi pandemi COVID-19 maupun dalam memecahkan masalah bangsa dan membawa Indonesia sebagaimana cita-cita reformasi, buktikan bahwa elite dan warga PAN benar-benar menyatu dalam denyut nadi rakyat," kata Haedar Nashir dalam sambutan virtual di HUT PAN ke-23 di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Haedar meminta elite dan warga PAN jadi bagian utuh dari rakyat. PAN diminta hadir saat rakyat kesusahan.

"Ketika rakyat menderita ketika rakyat menghadapi musibah besar dan ketika rakyat menghadapi masalah dalam kehidupan kebangsaan, para elite PAN harus berada di tengah-tengah rakyat dengan jiwa empati, simpati dan memberi solusi," ujar Haedar.

"Jangan menjadi bagian yang terpisah dan terasing, apalagi elitis dari rakyat dan kehidupan rakyat. Partai dan elite partai yang menyatu dengan kehidupan rakyat insyaallah akan dicintai rakyat," ujar Haedar.

Dalam HUT PAN ke-23, sejumlah tokoh memberi selamat di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ustadz Adi Hidayat. Mereka berharap yang terbaik di hari jadi PAN ke-23.

Sambutan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat ulang tahun kepada Partai Amanat Nasional (PAN). Jokowi berharap PAN terus konsisten merekatkan bangsa Indonesia.

Jokowi juga menekankan mengenai pentingnya persatuan di masa pandemi COVID-19. Jokowi berpesan agar politik sektarian dihindari.

"Dihadapkan pada tantangan dan pandemi serta berbagai permasalahannya, kita harus bergotong royong membantu sesama sebagai cermin dari akhlak politik yang berkeadaban. Menjadi teladan dalam mendahulukan agenda-agenda politik kebangsaan dan kemanusiaan, mengutamakan kemaslahatan dan keselamatan bangsa serta menghindari politik sektarian yang menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Jokowi.

(gbr/tor)