Komentar Tak Senonoh soal Awak KRI Nanggala, Imam Dituntut 1 Tahun Bui

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 10:49 WIB
Poster
Ilustrasi media sosial (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Pria di Medan, Imam Kurniawan, menjalani sidang tuntutan terkait komentarnya di media sosial yang dinilai tidak senonoh terhadap istri dari Anak Buah Kapal (ABK) KRI Nanggala-402 yang tenggelam. Dalam sidang Imam dituntut satu tahun penjara.

Dilihat detikcom dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, sidang tuntutan itu digelar pada Jumat (20/8) yang lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini adalah Endang Pakpahan.

Dalam tuntutannya, Endang meminta majelis hakim memutuskan Imam dinyatakan bersalah dalam perkara UU ITE. Majelis hakim diminta menjatuhkan hukuman kepada Imam selama satu tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Imam Kurniawan berupa pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan, denda Rp 100 juta, subsidiair 6 (enam) bulan kurungan," tulis situs SIPP PN Medan seperti dilihat detikcom, Senin (23/8/2021).

Dalam tuntutan itu juga meminta agar handphone dan akun media sosial yang digunakan Imam untuk memberikan komentar tak senonoh dijadikan barang bukti. Imam juga diminta membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Sebelumnya, Imam dijadikan tersangka karena membuat posting-an tidak senonoh terhadap istri dari ABK KRI Nanggala. Peristiwa ini berawal saat sebuah grup Facebook 'Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI)' mengunggah informasi terkait tenggelamnya kapal KRI Nanggala-402.

"Untuk kawan-kawan kuli semua. Sejenak mari kita doakan para pahlawan yang gugur dalam tugasnya menjaga kedaulatan laut kita. Untuk crew KRI Nanggala. 'Fair Wind and Following Seas, KRI Nanggala. Commence the Eternal Patrol'," tulis akun Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI).

Usai postingan AKSI, sebuah komentar tak senonoh muncul dari akun atas nama Imam Kurniawan. Komentar tersebut ditujukan kepada para istri awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang ditinggalkan usai berita tenggelamnya dikonfirmasi TNI.

Atas komentar itu, Imam kemudian ditangkap. Hal ini terungkap dari sebuah foto yang menunjukkan Imam sedang duduk di antara sejumlah anggota TNI.

(isa/isa)