Round-Up

Novel Baswedan dkk Vs Alexander Marwata Jilid Kedua

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 08:00 WIB
Wadah Pegawai KPK (WP KPK) mendeklarasikan 11 April sebagai Hari Teror Terhadap Pemberantasan Korupsi dan Pembela HAM di Indonesia. Novel Baswedan turut hadir.
Novel Baswedan dkk (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Perseteruan Novel Baswedan dkk versus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wabil khusus dengan Alexander Marwata mencuat lagi. Terkini, 57 pegawai KPK nonaktif melaporkan Alexander ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK, atas dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa pencemaran nama baik.

Laporan dugaan pelanggaran etik ini dibuat oleh Novel Baswedan, Sujanarko, Yudi Purnomo, Harun Al Rasyid, Aulia Postiera, Rizka Anungnata, dan Rasamala Aritonang. Mereka menjadi perwakilan 57 pegawai KPK nonaktif yang mengajukan laporan ke Dewas pada 18 Agustus 2021.

Tindakan Alexander seperti apa, kapan dan di mana yang diduga mencemarkan nama baik 57 pegawai KPK nonaktif? Tepatnya ketika pimpinan yang kerap disapa Alex itu menjalani konferensi pers di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta Timur, 25 Mei 2021.

Kala itu Alex menyampaikan bahwa ada 51 pegawai yang warnanya sudah 'merah' dan tidak bisa dibina lagi. Mereka yang warnanya merah itu tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), salah satu seleksi peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Warnanya sudah merah dan tidak bisa dilakukan pembinaan, yang disematkan kepada 51 orang pegawai KPK yang dianggap tidak memenuhi syarat menjadi ASN telah merugikan. Semua pegawai yang 51 orang dengan mudah teridentifikasi dengan tidak diangkatnya 75 yang dianggap tidak memenuhi syarat oleh BKN," kata Rasamala Aritonang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

"Kami duga setidaknya telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku insan KPK," tambahnya.

Dugaan pelanggaran kode etik tertuang dalam Pasal 4 ayat 1 huruf c, Pasal 6 ayat 1 huruf a, Pasal 6 ayat 2 huruf b, dan Pasal 8 ayat 2 Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Namun belum ada respons secara resmi dari Alex.

Ini bukan kali pertama Novel Baswedan dkk melaporkan Wakil Ketua KPK itu ke Dewas. Mereka pernah mengadu ke Dewas KPK juga atas dugaan pelanggaran kode etik pada 19 Mei 2021.

Lihat juga video 'Novel Baswedan Sebut Pemberantasan Korupsi Dimulai dari Penegak Hukum':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman berikutnya.