Epidemiolog: PPKM Memadai, Masalahnya Itu Komitmen-Konsistensi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 07:31 WIB
Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)
Foto: Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa)
Jakarta -

PPKM level 2-4 di Jawa dan Bali akan berakhir hari ini usai diperpanjang sepekan pada 16 Agustus 2021 lalu. Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, kebijakan PPKM masih perlu dilanjutkan karena belum aman meskipun kasus Covid-19 melandai.

"Ya PPKM (perlu) dilanjut, kan leveling sekarang, jadi berlanjut," ucap Dicky kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

Dicky memberikan sejumlah catatan selama penerapan PPKM sebelumnya agar diperbaiki jika diperpanjang. Catatannya adalah mengenai komitmen dan konsistensi dari kebijakan yang dibuat.

"Yang jadi masalah PPKM kita ini adalah PPKM-nya sudah cukup memadai dilakukan, tapi masalah implementasi ini yang komitmen dan konsistensinya itu (sering) berubah," katanya.

Dia menyinggung terkait PPKM levelnya tetap, tapi aturannya yang malah dilonggarkan. Seharusnya, kata dia, aturan pengetatan mobilitas berdasarkan level di masa pandemi tidak seperti itu.

"Dan ini masalah fase-fase pelonggaran bukan hal baru dan kalau kita katakan level 4 atau 3 harus berbeda kriteria pelonggarannya berbeda atau key performance indikatornya harus berbeda dan harus dipatuhi jangan diubah-ubah, karena akan menyebabkan kebingungan, akan menyebabkan inkonsistensi jadinya akhirnya yang disebut gradasi pelonggarannya nggak jadi. Ini yang berbahaya," ujarnya.

Lalu, Dicky menyoroti terkait testing Covid-19 ke masyarakat yang menurun dan data angka kematian akibat corona yang belum tertata dengan baik. Menurutnya, hal itu menyulitkan untuk menilai bahwa pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah terkendali.

"Sehingga situasi ini walaupun secara umum ada perbaikan, tapi kita pada level yang mana ini, maksudnya sudah seberapa jauh situasi sebenarnya pelandaian yang mulai terasi ini masih belum bisa dikatakan aman, jelas belum, jauh dari kata aman. Walaupun sudah lewati puncaknya," ucapnya.

Dicky menyarankan agar 3T (testing, tracing, treatment) diperbaiki. Tak hanya itu penegakan aturan 5M dan vaksinasi juga perlu terus digencarkan ke masyarakat.

"Isu selama ini selalu konsistensi dan komitmen, 2 isu itu menjadi masalah sejak pandemi ini dalam konsistensi 3T-5M, dan sekarang vaksinasinya pun menjadi masalah, terutama di luar Jawa," pungkasnya.

Simak juga video 'Wagub DKI Ungkap Alasan Jakarta Masih PPKM Level 4':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/gbr)