Khawatir Sakit Saat Pandemi, Penjual Buku Ini Putuskan Daftar JKN-KIS

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 10:05 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang terjadi saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, pandemi juga sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi di masyarakat.

Dampak inilah yang dirasakan oleh Rahmat Saliani (36), dengan kondisi ekonominya yang pas-pasan, ia merasa khawatir jika nanti harus dirawat karena sakit dan harus mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan di rumah sakit.

Untuk itu, Rahmat beserta keluarganya memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) agar mempunyai jaminan ketika nanti mengalami sakit.

Pada Rabu (28/07) Rahmat menceritakan tujuan utamanya mendaftar menjadi peserta JKN-KIS. Ia mengaku sebelumnya tidak banyak tahu tentang program JKN-KIS. Namun berkat informasi yang diberikan oleh saudaranya, ia akhirnya mengetahui kegunaan dan manfaat dari menjadi peserta JKN-KIS.

"Kemarin yang mendaftarkan ini adalah saudara saya. Sebelumnya saya tidak terlalu paham dengan BPJS (program JKN-KIS), hanya mendengar cerita-cerita saja dari saudara dan tetangga bahwa jika kita punya BPJS (program JKN-KIS) nanti akan terbantu saat dirawat di rumah sakit. Katanya tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membayar biaya di rumah sakit," kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021).

Rahmat yang saat ini berprofesi sebagai penjual buku dan kitab-kitab ini mengaku khawatir dengan kondisi pandemi saat ini. Ia selalu melihat setiap harinya ada masyarakat yang di rawat di rumah sakit karena sakit, baik disebabkan karena COVID-19 maupun lainnnya.

Ia berpikir jika nanti dirinya yang mengalami sakit sehingga harus di rawat, khawatir tidak akan siap dengan biaya pengobatannya.

"Sekarang ini COVID-19 belum hilang, setiap hari saya melihat ambulan yang membawa orang-orang ke rumah sakit untuk dirawat. Jika nanti saya yang mengalami itu, saya takut tidak punya biaya untuk pengobatannya. Maka saya putuskan untuk mendaftar BPJS (peserta JKN-KIS) untuk jaga-jaga jika nanti kami sakit," jelas Rahmat saat berada di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya untuk mencetak kartu kepesertaan program JKN-KIS.

(prf/ega)