Kapolri Tinjau Vaksinasi-Bansos di Yogyakarta, Ingatkan Warga Disiplin Prokes

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 15:24 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi massal dan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam kesempatan ini, Sigit mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan (prokes).

Vaksinasi massal dan penyaluran bansos ini diadakan di auditorium Taman Budaya Kulonprogo, DIY, Sabtu (21/8/2021). Vaksinasi menargetkan masyarakat umum dan remaja umur 12-17 tahun dengan total dosis 2.500. Sedangkan paket bansos yang disalurkan sebanyak 2.000 paket.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan pemerintah terus mengevaluasi penerapan PPKM berlevel. Dengan penerapan asesmen rutin, pemerintah telah memberikan kelonggaran-kelonggaran agar masyarakat bisa beraktivitas.

"Kita ketahui ada beberapa pelonggaran aktivitas masyarakat, sehingga kemudian masyarakat bisa melaksanakan kegiatan sehari-sehari khususnya di beberapa wilayah yang saat ini dilonggarkan di sektor masyarakat yang melaksanakan kegiatan ekonomi di hilir. Kemudian beberapa industri, kemudian terkait pelonggaran jumlah yang tadinya 50 ada yang naik 75," kata Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungannya di DIY (Foto: dok. Istimewa)

Karena itu, Sigit mengingatkan agar masyarakat tetap berdisiplin menerapkan prokes dalam beraktivitas dan khususnya di sektor perekonomian. Ini menjadi salah satu upaya untuk menekan laju penularan virus Corona atau COVID-19.

"Ini tentu berisiko terjadinya peningkatan interaksi, sehingga kemudian ada potensi bahwa penularan COVID-19 akan meningkat. Oleh karena itu, imbauan kami bagaimana di tengah situasi pelonggaran yang ada, masyarakat tetap laksanakan prokes dengan kuat," ujar Sigit.

"Penggunaan masker kemudian dan batasi aturan terkait titik-titik yang diberi kebebasan agar betul-betul laksanakan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, Mendagri, sehingga potensi tertular atau menulari masyarakat ini bisa betul-betul ditekan," ujar sambung eks Kabareskrim Polri ini.

Di sisi lain, terkait upaya memutus mata rantai virus Corona, Sigit menekankan, TNI-Polri dan seluruh stakeholder bakal terus melakukan akselerasi atau percepatan vaksinasi massal. Tujuannya, agar target pemerintah wujudkan herd immunity segera tercapai.

Karena itu, Sigit meminta agar masyarakat yang belum divaksinasi agar tidak ragu datang ke gerai-gerai yang telah disediakan oleh TNI-Polri dengan bekerja sama dengan pemda. Dengan terciptanya kekebalan kelompok, pergerakan perekonomian warga akan semakin pulih.

"Di satu sisi kegiatan vaksinasi menjadi salah satu yang kami tingkatkan dalam minggu-minggu ini dan akan sampai akhir tahun nanti kegiatan vaksinasi akan terus ditingkatkan," ucap Sigit.

Selain itu, Sigit mengajak masyarakat yang terpapar virus Corona mau menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat (isoter). Di lokasi tersebut, menurutnya, telah disediakan fasilitas dan tenaga kesehatan yang sangat memadai.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi (Foto: dok. Istimewa)

"Kemudian tadi juga ada pilihan-pilihan, karena kemudian masyarakat harus memilih, kami anjurkan untuk lebih baik laksanakan kegiatan isoter. Tadi shelter sudah siap, kemudian di kelurahan siap, kecamatan siap, bupati siap. Saya yakinkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di isoter pengawasannya, tenaga kesehatannya, obatnya pasti jauh lebih baik daripada kalau laksanakan kegiatan isoman," papar Sigit.

Sigit mendorong pemda DIY dan seluruh elemen mau membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar melakukan isolasi di lokasi isoter. Hal itu juga untuk melindungi keluarga dan kerabat dari paparan virus Corona.

"Ini tolong dibantu disosialisasikan sehingga kemudian pilihan yang diberikan ini adalah pilihan yang tentunya baik. Dan ini dalam rangka untuk masyarakat yang sakit bisa segera sembuh, yang belum sakit terlindungi tidak sakit. Syaratnya prokes dilaksanakan dengan baik vaksinasi diikuti," ucap Sigit.

(hri/hri)