Djoko Tjandra Dapat Remisi, Setya Novanto Gigit Jari

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 12:11 WIB
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bersalah melakukan tindak pidana korupsi di kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.
Djoko Tjandra (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sejumlah narapidana mendapat remisi pada peringatan HUT RI ke 76 kemarin. Diantaranya Djoko Tjandra, Habib Bahar hingga Gayus Tambunan, namun Setya Novanto gigit jari tidak mendapat remisi.

Berdasarkan catatan detikcom Jumat (20/8/2021), ada beberapa narapidana yang mendapat remisi misalnya Djoko Tjandra. Djoko Tjandra mendapat remisi pengurangan hukuman 2 bulan, selain itu ada nama-nama lainnya yang mendapat remisi, sebagai berikut.


Djoko Tjandra Dapat Remisi 2 Bulan

Terpidana korupsi Djoko Tjandra mendapatkan remisi saat peringatan 17 Agustus kemarin. Djoko Tjandra mendapatkan remisi pengurangan masa hukuman 2 bulan.

"Iya, benar," kata Kalapas Salemba Yosafat Rizanto saat dihubungi detikcom, Kamis (19/8/2021).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti juga membenarkan Djoko Tjandra mendapatkan 2 bulan remisi.

"Betul, Joko Candra dapet remisi 2 bulan," kata Rika.

Djoko Tjandra merupakan narapidana yang saat ini sedang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba, DKI Jakarta, berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor: 12/K/PID.SUS/2009 Tanggal 11 Juni 2009. Adapun berdasarkan Pasal 14 ayat 1 huruf (i) Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan menyatakan narapidana berhak mendapatkan Remisi.

Sementara itu Djoko Tjandra juga telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap, yakni putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor: 12/K/PID.SUS/2009 Tanggal 11 Juni 2009, maka yang bersangkutan dikenakan peraturan pemberian hak remisi sesuai ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006.

Berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006, menyatakan:
Bagi Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya, diberikan Remisi apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) berkelakuan baik, b) telah menjalani 1/3 (satu per tiga) masa pidana.

Rika mengatakan Djoko Tjandra merupakan terpidana yang sudah menjalani 1/3 (satu per tiga) masa pidana.

"Berdasarkan penjelasan sebagaimana tersebut pada angka (4), (5) dan (6), maka Joko Soegianto Tjandra merupakan terpidana yang memiliki hak untuk mendapatkan Remisi. Adapun remisi pertama bagi terpidana Joko Soegianto Tjandra yang memenuhi syarat adalah Remisi Umum Tahun 2021," ujarnya.

Diketahui, Djoko Tjandra, dihukum 2,5 tahun penjara di kasus surat palsu dan 4,5 tahun penjara di kasus korupsi menyuap pejabat. Hukuman 4,5 tahun penjara disunat PT Jakarta menjadi 3,5 tahun penjara, jaksa lalu mengajukan kasasi atas putusan itu.

Selain itu, Djoko harus menjalani hukuman korupsi 2 tahun penjara di kasus korupsi cessie Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara.

Gayus Tambunan Hingga Habib Bahar Dapat Remisi

Terpidana kasus korupsi pajak, Gayus Tambunan, mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) atau HUT RI selama setengah tahun. Gayus dinilai berkepribadian baik selama menjalani hukuman di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"Betul, besarannya enam bulan," ucap Kalapas Gunung Sindur Mujiarto kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Menurut Mujiarto, pemberian remisi tersebut dilakukan pada tahun ke sebelas Gayus mendekam di jeruji besi. Sebelumnya Gayus juga pernah mendapatkan remisi.

Mujiarto menjelaskan remisi tersebut diberikan atas beragam pertimbangan. Salah satunya, Gayus berperilaku baik selama menjalani hukuman.

"Remisi (karena) berkelakuan baik, jadi kalau WBP (warga binaan pemasyarakatan) berkelakuan baik dapat remisi, sama mengikuti program-program di sini," tuturnya.

"Jadi Gayus Tambunan baik-baik, dia kan nggak pernah ada cerita kan waktu di Gunung Sindur, waktu di Sukamiskin banyak cerita," kata Mujiarto menambahkan.

Selain Gayus Tambunan, Mujiarto mengatakan terpidana kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith juga mendapatkan remisi. Habib Bahar mendapat remisi selama tiga bulan.

"Dapat, tiga bulan," ujar Mujiarto.

Gayus Tambunan dihukum atas kasus yang dilakukan berlapis-lapis. Dari memanipulasi pajak, menyuap hakim, menyuap petugas LP, hingga membuat paspor palsu. Berikut daftar kejahatan Gayus Tambunan:

1. Kasus manipulasi pajak PT Surya Alam Tunggal Sidoarjo. Oleh Albertina Ho di PN Jaksel, Gayus dihukum 7 tahun penjara karena menyuap penyidik, hakim dan merekayasa pajak. Putusan ini lalu diperberat menjadi 12 tahun penjara oleh MA.
2. Kasus manipulasi pajak PT Megah Citra Raya, Gayus divonis 8 tahun penjara.
3. Pemalsuan paspor, Gayus Tambunan dihukum 2 tahun penjara.
4. Kasus pencucian uang dan menyuap tahanan, Gayus dihukum 8 tahun penjara.

Sementara itu terpidana korupsi Setya Novanto tidak mendapatkan remisi. Selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga 'Sunat-sunat PT Jakarta untuk Vonis Pinangki-Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]