Dada Rosada-Setya Novanto Tak Dapat Remisi Kemerdekaan

Nur Azis, Wisma Putra - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 14:55 WIB
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto yang menjadi narapidana kasus korupsi dan mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung punya kesibukan baru.
Foto: Dada Rosada dan Setya Nvanto saat panen padi di Lapas Sukamiskin Bandung (dok. Lapas Sukamiskin).
Bandung -

Narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat seperti mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dan mantan Menpora Imam Nahrawil tidak mendapat remisi kemerdekaan.

Kalapas Sukamiskin Bandung Elly Yuzar mengatakan ada 73 napi di Lapas Sukamiskin, yang mendapatkan remisi Kemerdekaan. Dari 73 napi tersebut, 17 di antaranya merupakan napi dengan kasus korupsi.

"Ada 17 napi tipikor dari 73 napi yang dapat remisi," kata Elly Yuzar saat dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon, Selasa (17/8/2021).

Elly mengungkapkan, dari 17 napi itu, Mantan Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar menjadi salah satu narapi yang menerima potongan hukuman paling banyak, yakni selama enam bulan.

"Seingat saya Jefferson paling banyak enam bulan, dia kasus tipikor," ucapnya.

Menurutnya, tak ada napi di Lapas Sukamiskin yang langsung bebas usai menerima remisi. "Tidak ada yang langsung bebas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Kanwil Jawa Barat Taufiqurakhman menyebut ada 12.164 napi di sejumlah Lapas di Jawa Barat yang mendapatkan remisi kemerdekaan. Beberapa di antaranya bahkan diusulkan langsung bebas.

Taufiq menjelaskan, jumlah yang diusulkan terdiri dari remisi umum I dan remisi umum II. Remisi umum I merupakan pemotongan masa hukuman, sedangkan remisi umum II diberikan kepada napi yang saat diberikan remisi langsung bebas.

Napi yang mendapatkan remisi umum II atau langsung bebas berjumlah 266 orang. Sedangkan yang mendapatkan remisi I sebanyak 11.898 orang.

"RU (remisi umum) II napi yang saat dapat remisi, sudah habis masa pidananya sehingga langsung bebas saat itu," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 142 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sumedang mendapatkan remisi pada Peringatan HUT ke-76 RI, Selasa (17/8/2021).

Surat ajuan remisi yang telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM tersebut, secara simbolis langsung diserahkan kepada dua napi oleh Kepala Lapas (Kalapas) IIB Sumedang Imam Sapto Riadi.

Kalapas Sumedang Imam Sapto Riadi menjelaskan, pemberian remisi pada peringatan HUT ke-76 RI ini sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Pemasyarakatan Nomor 12 tahun 1995 dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Imam Sapto menyebutkan, dari 279 warga binaan yang terdiri dari 74 orang berstatus tahanan dan 205 orang berstatus napi, ada 142 napi yang telah memenuhi syarat untuk diusulkan dan mendapatkan remisi.

"Lapas Sumedang telah mengusulkan (Kepada Kemenkum HAM) remisi dan telah mendapatkan remisi bagi napi yang telah menenuhi syarat ada 142 orang," ungkap Imam Sapto kepada wartawan.

Imam Sapto menyebutkan dari 142 napi yang mendapatkan remisi, 140 napi di antaranya remisi umum (1) artinya masih harus menjalani sisa masa hukuman dan remisi umim (2) artinya sudah bisa menghirup udara bebas.

"Kedua napi yang mendapatkan RU (2) adalah napi 365 atau pasal perampokan dan napi 363 atau pasal pencurian yang kini keduanya sudah bisa menghirup udara bebas," terangnya.

Kepada para napi yang telah bebas, imam Sapto berharap, mereka bisa menjadi warga masyarakat yang baik dan taat pada aturan agar bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat. Selain itu, tambah Imam, mereka yang telah bebas diharapkan bisa menjaga protokol kesehatan ditengah pandemi COVID-19.

"Karena sekarang lagi pandemi diharapkan mereka bisa menjaga prokes karena akan berkumpul kembali dengan keluarga," ujarnya.

(wip/mso)