Pengacara Irjen Napoleon Bonaparte Laporkan Hakim PN Jakpus ke KY

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 21:42 WIB
Tim Penasehat Hukum Djoko Tjandra laporkan 3 hakim PN Jakpus ke KY
Tim penasihat hukum Irjen Napoleon Bonaparte melaporkan tiga hakim PN Jakpus ke KY. (Foto: dok. istimewa)

Dia meminta Komisi Yudisial (KY) dapat membuka proses penanganan perkara penghapusan red notice itu. Ahmad Yani mengaku pihaknya siap memberikan seluruh bukti-bukti proses persidangan sejak awal ke KY agar bisa melihat dugaan pelanggaran kode etik ketiga hakim PN Jakpus.

"Kepada KY tadi, tolong ini dibuka, diperiksa dengan terbatas untuk memang yang berkompeten," pungkas Yani.

Kasus bermula saat jaksa Pinangki Sirna Malasari menjadi makelar kasus (markus) Djoko Tjandra. Djoko yang berstatus sebagai buron bisa melenggang ke Jakarta, membuat e-KTP, dan mendaftar PK ke PN Jaksel. Akal bulus Djoko dibantu pengacara Anita Kolopaking.

Belakangan juga terungkap Djoko mengurus permohonan fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi yang membelitnya. Kasus ini melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya. Dalam dakwaan jaksa, nama Ketua MA dan Jaksa Agung disebut-sebut di kasus Fatwa MA.

Dalam patgulipat itu, nama Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo ditarik-tarik. Seorang markus juga ikut terseret, yaitu Tommy Sumardi. Mereka akhirnya diadili secara terpisah.

Berikut daftar hukuman di kasus Djoko Tjandra dkk:

1. Djoko Tjandra, dihukum 2,5 tahun penjara di kasus surat palsu dan 4,5 tahun penjara di kasus korupsi menyuap pejabat. Hukuman 4,5 tahun penjara disunat PT Jakarta menjadi 3,5 tahun penjara. Selain itu, Djoko juga harus menjalani hukuman korupsi 2 tahun penjara di kasus korupsi cessie Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara.
2. Jaksa Pinangki, awalnya dihukum 10 tahun penjara tapi disunat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 4 tahun penjara.
3. Irjen Napoleon divonis 4 tahun penjara.
4. Brigjen Prasetijo divonis 3,5 tahun penjara.
5. Tommy Sumardi divonis 2 tahun penjara.
6. Andi Irfan divonis 6 tahun penjara.


(aud/aud)