Round-Up

4 Fakta Pendakian Gunung Bawakaraeng Makan Korban Jiwa

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 08:04 WIB
Tim SAR mengevakuasi pendaki Gunung Bawakaraeng yang tewas usai mengalami hipotermia. (dok. Istimewa)
Foto: Tim SAR mengevakuasi pendaki Gunung Bawakaraeng yang tewas usai mengalami hipotermia. (dok. Istimewa)
Gowa -

Sebanyak 400-600 pendaki nekat menerobos Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat gunung tersebut ditutup menjelang HUT RI ke-76. Sebanyak 3 pendaki lalu dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia.

Diketahui polisi telah melakukan penutupan izin jalur pendakian ke Gunung Bawakaraeng menjelang hari Kemerdekaan Indonesia ke-76. Namun sejumlah pendaki tetap nekat menerobos jalur pendakian hingga akhirnya dilaporkan terdapat sejumlah orang mengalami hipotermia hingga meninggal dunia.

Awalnya menyebut ada dua korban meninggal dunia dilaporkan setelah sebelumnya mengalami hipotermia di kawasan Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan. Akan tetapi ada 1 lagi korban meninggal dunia yang diduga sempat tidak dilaporkan.

Berikut ini fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.


2 Pendaki Tewas Alami Hipotermia

Dua pria pendaki yang mengalami hipotermia dan meninggal di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), ketinggalan rombongan saat perjalanan turun. Keduanya ditemukan tewas tergeletak di Pos 7 dan Pos 6 jalur pendakian.

"Dua orang yang meninggal ini 1 rombongan," ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Rizal saat dihubungi detikcom, Rabu (18/8/2021).

Menurut Rizal, rombongan kedua korban total berjumlah delapan orang. Kemudian setelah perayaan HUT RI ke-76, rombongan korban mulai turun dari puncak Gunung Bawakaraeng pada Selasa (17/8). Namun karena cuaca ekstrem, rombongan ini terpisah-pisah dalam perjalanan turun.

"Mereka rombongan, ada delapan orang satu rombongan, cuma terpisah-pisah mereka," ucap Rizal.

Rizal mengatakan kedua korban meninggal pada akhirnya setelah ditinggal oleh rekan-rekannya. Masing-masing korban tersebut ditemukan di dua titik.

"Antara Pos 7 untuk korban pertama, kemudian untuk korban kedua antara Pos 6 dan Pos 5," ucap Rizal.

Rizal mengungkapkan kedua korban sudah dalam kondisi meninggal saat pertama kali ditemukan. Masing-masing dari korban meninggal ditemukan seorang diri alias telah tertinggal dari enam rekannya.

"Informasinya sih korbannya tergeletak di jalur pendakian. Jadi memang sudah ditemukan sama tim itu, diinformasikan ke kita itu sudah dalam kondisi meninggal di jalur," kata Rizal.

"Iya (korban meninggal ditemukan seorang diri), karena sudah ditinggal sama teman-temannya yang lain. Mereka kan 8 orang, hanya terpisah," katanya.


Ratusan Pendaki Gunung Bawakaraeng Terjebak Badai

Ratusan pendaki Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang berada di puncak disebut terperangkap badai. Tim SAR menyebut badai terjadi selama dua hari dua malam di puncak gunung.

"Kalau suhu di atas kita tidak ukur, tapi badai itu di atas (Gunung Bawakaraeng) dua hari dua malam. Di atas itu, badai, angin kencang, hujan deras, tenda itu kemasukan air," kata Kepala Operasi SAR Makassar Muhammad Rizal kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Dia mengatakan banyak pendaki yang mengalami hipotermia di Gunung Bawakaraeng. Pihaknya juga telah meminta pendaki turun setelah merayakan 17 Agustus di atas puncak gunung.

"Banyak korban yang kami tangani mengalami hipotermia. Kemarin setelah perayaan hari HUT, kami sudah sarankan dari puncak untuk turun pagi itu untuk menghindari badai lebih besar lagi, tetapi hanya sebagian yang turun," ucap dia.

Sejak Selasa (17/8) kemarin, pihaknya menangani sekitar 30 orang yang mengalami hipotermia. "Yang sebagiannya lagi agak siangan turun, nah yang turun ini mungkin terkena badai di jalan akhirnya kedinginan, tidak sempat lagi buka tenda karena basah semua. Sekarang ada lagi yang 3 orang kita evakuasi karena hipotermia," imbuhnya.

Selain karena dihantam badai, ratusan pendaki yang naik ke Gunung Bawakaraeng terkendala makanan yang mengakibatkan banyak korban. Selain itu, dia menyebut banyaknya pendaki di atas Gunung Bawakaraeng karena mereka masuk lewat jalur tak resmi, setelah dilakukan penutupan.

"Yang kita tutup itu, mereka lewat jalur lain. Mereka lewat jalur tikus dan jalur tikusnya kan banyak sehingga petugas tidak bisa menyekat semuanya. Kemarin itu pendaki ada 1.000-an kurang-lebih," sebut Rizal.

Lihat video 'Proses Evakuasi 2 Pendaki yang Tewas Hipotermia di Gunung Bawakaraeng':

[Gambas:Video 20detik]