Round-Up

Akal-akalan Teroris Terungkap Galang Dana dari Kotak Amal dan Yayasan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 20:41 WIB
Polisi
Ilustrasi Penangkapan Teroris (Grandyos Zafna/detikcom)
Pontianak -

Densus 88 Antiteror kian aktif menangkap sejumlah teroris di berbagai daerah. Kali ini, terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil dibekuk.

Terduga teroris itu berinisial MD. Ia bertugas menyebar kotak amal ke sejumlah masjid dan restoran yang nantinya uang sumbangan warga akan digunakan untuk mendanai kegiatan kelompok teroris.

Padahal niat masyarakat yang menyumbang untuk bersedekah, namun oleh kelompok-kelompok itu malah disalahgunakan.

"Ini sangat bahaya, sehingga semua pihak harus tetap waspada, namun harus optimis karena nawaitu kita untuk bersedekah. Namun harus waspadalah jangan sampai uang sedekah dari masyarakat malah digunakan untuk organisasi teroris," ujar Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalbar Brigjen Rudi Tranggono dilansir dari Antara, Rabu (18/8/2021).

Kotak Amal Disebar

Kotak amal disebar terduga teroris dari berbagai lokasi. Para teroris ini, sudah tercuci otaknya dengan paham-paham radikal.

Rudi mengimbau masyarakat yang ingin bersedekah agar mengecek terlebih dahulu apakah yayasan yatim piatu atau pondok pesantren yang ada di kotak amal sudah terdaftar di instansi pemerintah.

"Mereka yang terlibat jaringan teroris sengaja dipengaruhi dan dicuci otaknya dengan paham-paham radikal sehingga nanti dapat melakukan aksi teror yang dapat meresahkan masyarakat," kata Brigjen Rudi

Paham Radikal Meresahkan

Brigjen Rudi menyoroti betul terkait paham-paham radikalisme yang sudah tersebar di berbagai kelompok masyarakat. Bahkan, kata Brigjen Rudi, beberapa calon tenaga kesehatan di Kalbar tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) karena disinyalir berpaham radikal.

"Kemarin ada penerimaan untuk tenaga kesehatan, dari 40 orang yang mendaftar setelah diseleksi tinggal sembilan orang, dari sebanyak itu yang tidak paham Pancasila ada tiga orang, dan yang berpaham radikalisme dari hasil TWK dan mental ideologi ada enam orang. Artinya, anak muda yang tidak paham Pancasila dan berpaham radikalisme sekarang sudah banyak," jelasnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga 'Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pekalongan':

[Gambas:Video 20detik]