Bicara Amandemen UUD, Wakil Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Konstitusi

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 13:10 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan peran penting konstitusi sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengajak seluruh masyarakat memahami fungsi konstitusi yang merupakan acuan dalam pembuatan setiap aturan di negeri ini.

"Konstitusi merupakan tatanan aturan yang memuat peraturan pokok (fundamental) mengenai sendi-sendi utama kehidupan untuk menegakkan suatu bangunan besar yang bernama negara," ungkap Lestari peringatan Hari Konstitusi, Rabu (18/8/2021).

Wanita yang akrab disapa Rerie ini berharap momentum peringatan Hari Konstitusi mampu mengingatkan kembali kepada setiap anak bangsa, betapa pentingnya peran konstitusi UUD 1945. Ia menerangkan UUD 1945, berisi refleksi gagasan para pendiri bangsa yang merancang, kemudian mengesahkan konstitusi Indonesia, dalam bentuk Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pada 18 Agustus 1945.

Konstitusi nasional, tegas Rerie, ditetapkan sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan suatu negara pada umumnya.

Mengingat pentingnya peran konstitusi, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem menegaskan sejumlah upaya untuk merevisi atau mengamendemen konstitusi harus selalu didasari atas sikap kehati-hatian yang tinggi, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek ketatanegaraan.

Rerie mengimbau agar para pemangku kepentingan yang mengemban amanah rakyat menjaga konstitusi negeri ini mampu mengedepankan sikap kenegarawanan demi terus berlangsungnya pembangunan di Indonesia. Ia mengibaratkan konstitusi adalah pondasi dari sebuah bangunan negara, maka jika bangunan sudah berdiri dan pondasinya tidak berfungsi dengan baik, potensi ancaman runtuhnya bangunan negara akan menjadi besar.

Ia mengulas pendiri bangsa memiliki cita-cita luhur, seperti melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Jangan sampai, upaya perbaikan yang kita lakukan malah membuat konstitusi kita tidak mampu mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945," kata Rerie.

(akn/ega)