18 Agustus Diperingati Hari Konstitusi Indonesia, Ini Awal Mulanya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 10:26 WIB
18 Agustus Diperingati Hari Konstitusi Indonesia, Ini Awal Mulanya
18 Agustus Diperingati Hari Konstitusi Indonesia, Ini Awal Mulanya/ilustrasi. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tanggal 18 Agustus diperingati sebagai Hari Konstitusi Indonesia. Peringatan ini tak lepas dari peran MPR untuk mengenalkan konstitusi NKRI, terutama setelah amandemen.

Konstitusi Indonesia yang hingga kini menjadi pedoman adalah Undang-Undang Dasar 1945. Meski diperingati sehari setelah perayaan HUT RI, Hari Konstitusi tidak masuk tanggal hari libur nasional.

detikcom merangkumkan sejumlah informasi terkait Hari Konstitusi Indonesia berikut ini:

18 Agustus 1945 Awal Mula UUD Disahkan

Mengutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), peringatan Hari Konstitusi Indonesia mengacu pada disahkannya UUD 1945 melalui Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai) sehari pasca-kemerdekaan, yakni pada 18 Agustus 1945.

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) merancang isi UUD 1945 sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945. Saat itu, Soekarno menjabat Ketua BPUPKI, sementara Wakil Ketua adalah Drs. Moh, Hatta.

BPUPKI terdiri dari 19 anggota, di mana ada 11 orang perwakilan dari Jawa, 3 orang dari Sumatera, serta masing-masing 1 wakil dari Kalimantan, Maluku, dan Sunda kecil.

Sejumlah tokoh berperan penting dalam merumuskan isi UUD 1945 adalah antara lain Dr. Radjiman Widiodiningrat, Ki Bagus Hadikoesoemo, Oto Iskandardinata, Pangeran Purboyo, Pangeran Soerjohamidjojo, Soetarjo Kartohamidjojo, Prop. Dr. Mr. Soepomo, Abdul Kadir, Drs. Yap Tjwan Bing, Dr. Mohammad Amir (Sumatra), Mr. Abdul Abbas (Sumatra), Dr. Ratulangi, Andi Pangerang (keduanya dari Sulawesi), Mr. Latuharhary, Mr. Pudja (Bali), AH. Hamidan (Kalimantan), R.P. Soeroso, Abdul Wachid Hasyim dan Mr. Mohammad Hasan (Sumatra).

Sejak ditetapkan sebagai konstitusi Indonesia, UUD 1945 telah mengalami beberapa kali pergantian, baik nama, substansi materi yang dikandung, maupun masa berlakunya, beserta perubahan-perubahannya. Rincian waktu perubahan UUD 1945 sebagai berikut:

a. Undang-undang Dasar 1945 (18 Agustus 1945-27 Desember 1949)

b. Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950)

c. Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959)

d. Undang-undang Dasar 1945 (5 Juli 1959-19 Oktober 1999)

e. Undang-undang Dasar 1945 dan Perubahan I (19 Oktober 1999-18 Agustus 2000)

f. Undang-undang Dasar 1945 dan Perubahan I dan II (18 Agustus 2000-9 November 2001)

g. Undang-undang Dasar 1945 dan Perubahan I, II, dan III (9 November 2001 - 10 Agustus 2002)

h. Undang-undang Dasar 1945 dan perubahan I,II, III dan IV (10 Agustus 2002).

18 Agustus Ditetapkan sebagai Hari Konstitusi Indonesia

Hari Konstitusi Indonesia tak lepas dari usulan MPR. Pada 10 September 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi mengeluarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2008 tentang Hari Konstitusi Indonesia.

Penetapan ini ditandatangani oleh Lembaga Kajian Konstitusi, MPR, DPD, dan berbagai komponen masyarakat. Meski dirayakan satu hari setelah perayaan Kemerdekaan Indonesia, dalam Kepres tersebut disebutkan Hari Konstitusi tidak termasuk dalam libur nasional seperti peringatan lainnya.

(izt/imk)