Khawatir Bikin Gaduh, PDIP Minta Rumah Warga Belum Divaksin Tak Diberi Stiker

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 06:29 WIB
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono di Kantor DPD PDIP Jakarta, Kamis (14/4/2016)
Gembong Warsono (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

PDIP DKI Jakarta setuju dengan Ombudsmand DKI yang meminta polisi tidak menempel stiker di rumah warga yang belum divaksin Corona. Menurut PDIP, aktivitas itu dikhawatirkan memicu kegaduhan.

"Setuju itu, karena kalau itu terjadi akan membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Tetapi tugas paling utama itu bagaimana meningkatkan kesadaran kolektif warga Ibu Kota mereka mau divaksin agar kekebalan komunal bisa terbangun dengan baik," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Gembong menekankan bahwa warga harus diberikan pemahaman tentang protokol kesehatan dan vaksinasi Corona. Sehingga mereka memiliki kesadaran.

"Yang kedua ketika mereka beraktivitas harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Itu yang harus diberikan kesadaran warga ibu kota. Bukan memberikan stiker, karena memberikan stiker di rumah warga yang tak divaksin itu akan membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Memasang stiker di rumah warga yang belum divaksin Corona, kata Gembong, bukanlah contoh yang baik. Dia meminta agar warga diberikan penjelasan mengenai pentingnya vaksinasi.

"Itu nggak memberikan contoh yang baik, tapi yang paling baik adalah membangun kesadaran itu, arti pentingnya vaksin. Kenapa warga perlu divaksin itu yang paling pertama," tutur dia.

"Jadi prinsipnya mungkin mereka yang tidak mau divaksin mungkin belum tahu arti pentingnya vaksin, karena vaksin ini dilakukan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk lingkungannya, untuk keluarganya untuk masyarakat yang lebih luas," katanya.

Lihat juga video 'Polda Metro Akan Stikeri Rumah Warga yang Sudah Divaksin Corona':

[Gambas:Video 20detik]