detikcom Do Your Magic

Halte Depan Plaza Senayan Jadi Tempat Ojol, Pemkot Minta Penjagaan Dishub

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 17:15 WIB
Kondisi halte depan Metro dekat STC Senayan, dipenuhi ojol mangkal sembarangan. 12 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)
Kondisi halte depan Metro dekat STC Senayan dipenuhi ojol mangkal sembarangan. 12 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)
Jakarta -

Halte-halte di depan Plaza Senayan Jl Asia Afrika menjadi tempat parkir motor dan ojek online (ojol). Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat meminta petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat menjaga lokasi tersebut.

"Kita minta Kasudinhub untuk menempatkan rutin petugas jaga," kata Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyampaikan bahwa penjagaan dan penertiban adalah satu-satunya cara menjaga kawasan halte.

"Ya cara mengatasinya cuma penertiban dari Sudinhub, dan menempatkan petugas sekitar area halte itu," kata Irwandi dihubungi terpisah.

"Nanti saya koordinasikan dengan Sudinhub," katanya.

Kemudian, terkait pengadaan parkir atau shelter untuk ojol, Irwandi akan menghubungi pihak perusahaan aplikasi transportasi online. "Akan kita coba, nanti kita koordinasikan," katanya.

Soal Shelter Ojol di Halte depan Plaza Senayan

Banyak pengemudi ojek online (driver ojol) mangkal di halte-halte depan Plaza Senayan. Mereka menepikan kendaraannya untuk menunggu pesanan dan sekadar beristirahat.

Perusahaan Gojek merespons dengan janji akan adanya shelter (tempat berteduh) yang bisa menjadi lokasi ngetem tanpa mengganggu halte atau pejalan kaki.

"Ke depannya, Gojek akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menambah jumlah shelter yang ada, tentunya dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna jalan dan pemesan layanan Gojek," kata SVP Corporate Affairs Gojek Rubi Purnomo kepada detikcom, Kamis (12/8).

Rubi melanjutkan, shelter-shelter yang sudah dibangun saat ini dapat menjadi hub transportasi yang bisa digunakan oleh pengemudi sebagai tempat menunggu order maupun beristirahat. Shelter ini terletak di pusat perbelanjaan, area perkantoran, area residensial, universitas, dan stasiun, termasuk stasiun kereta Commuter Line Jabodetabek.

Grab pun menanggapi permasalahan ini. Grab menyebut sudah menyediakan tempat tunggu (shelter) untuk mitra-mitranya, demikian mereka menyebut para driver ojol di bawah naungannya.

"Kami menyediakan shelter dan pick up point di titik-titik strategis agar mitra pengemudi dan penumpang dapat bertemu di lokasi yang aman dan nyaman," ujar juru bicara Grab Indonesia dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (13/8/2021).

Grab juga berupaya menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan kemacetan dan lahan parkir saat ini. Teknologi ini diadaptasi ke dalam sebuah sistem mapping untuk dapat memberikan kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih efisien bagi pengemudi. Pelanggan juga menjadi lebih mudah mengakses layanan.

"Seperti modifikasi titik temu demi ketertiban serta memudahkan dan menertibkan proses penjemputan," katanya.

(aik/dnu)