Kisah Pedagang Lansia di Polman, Pikul Bale-Bale Bambu Belasan Kilometer

Abdy Febriadi - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 20:42 WIB
Lansia Pedagang Bale-Bale Bambu di Polman, Sida (70) menjajakan dagangannya.
Lansia Pedagang Bale-Bale Bambu di Polman, Sida (70) (Foto: Abdy/detikcom)
Polewali -

Demi mendapatkan sedikit rupiah untuk menyambung hidup, seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Sida (70 tahun), warga Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), rela berjalan kaki sejauh belasan kilometer, sembari memikul bale-bale bambu di pundaknya. Sida berharap bale-bale bambu itu dibeli oleh warga.

Sida mengatakan dirinya bekerja sebagai penjual bale-bale yang oleh warga setempat dikenal dengan nama barung-barung, telah dilakukan sejak puluhan tahun silam, sejak dirinya masih muda.

"Sudah lama saya kerja seperti ini, sebelum ada anak ini sudah saya kerja begini," ungkap Sida dalam bahasa Mandar, saat wartawan berkunjung ke rumahnya, Minggu siang (15/08/21).

Sida mengatakan tak jarang dia menyusuri jalan sejauh belasan kilometer, mencari warga yang bersedia membeli bale-bale yang dipikulnya. Dia menyebut aktivitas ini harus dilakukan dengan berjalan kaki, agar lebih mudah mendapatkan pembeli.

"Harus jalan kaki, supaya mudah kita tawarkan kepada warga, ibarat seperti penjual ikan, yang berjalan kaki menyusuri jalan, bale-balenya harus kita bawa kemana-mana," ujar Sida sembari tertawa.

Proses menjajakan bale-bale bambu berukuran 1 x 1,5 meter tersebut, dilakukan Sida sepanjang hari. Terkadang Sida sudah harus meninggalkan rumah untuk berjualan, saat dini hari hingga sore menjelang.

"Subuh sudah tinggalkan rumah, biasa sampai sore saya pikul (bale-bale), Kalau tidak laku, saya tinggal di luar," ungkap Sida.

Untuk satu unit bale-bale bambu dijual Sida seharga Rp 250 ribu. Setidaknya dalam seminggu, Sida mampu menjual satu bale-bale.

"Seminggu cuman satu, mau diapa, kita sudah tidak kuat. Harganya 250 ribu," kata lansia enam anak ini.

Sehari-hari Sida tinggal berdua dengan istrinya. Proses membuat bale-bale dilakukan Sida dengan bantuan sang istri tercinta. Untuk satu bale-bale dikerjakan selama dua hingga tiga hari.

Bambu yang menjadi bahan utama pembuatan bale-bale bambu, didapatkan Sida dari kebun tetangga, dibeli seharga 10 ribu rupiah per batang. Untuk satu bale-bale dibuat dengan menghabiskan sedikitnya tiga batang bambu.