Bocah di Polman Alami Luka Bakar Kena Minyak Panas, Ortu Kesulitan Biaya

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 20:27 WIB
Tiara bocah di Polman kena tumpahan minyak panas
Tiara, bocah di Polman yang terkena tumpahan minyak panas. (Abdy/detikcom)
Polewali Mandar -

Bocah berumur 12 tahun di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bernama Tiara terbaring lemah di rumah. Sebagian tubuh Tiara mengalami luka parah akibat terkena tumpahan minyak panas hingga kesulitan bergerak.

Tiara merupakan anak keempat dari enam bersaudara, pasangan Tengah dan Irawati, warga Desa Batupanga, Kecamatan Luyo. Peristiwa nahas yang menimpa Tiara terjadi di rumah temannya sepulang mengaji.

"Kejadian bulan enam lalu. Waktu pulang mengaji usai salat zuhur, dia (Tiara) singgah di rumah temannya bantu goreng bakwan. Sering mampir di sana bantu menggoreng," ujar sang ibu, Irawati, kepada wartawan di rumahnya, Rabu (4/8/2021).

Menurut Irawati, minyak panas dalam wajan tumpah dan mengenai sebagian tubuh Tiara. Teman Tiara saat itu sedang mengaduk gorengan.

"Penggorengan goyang pas temannya sedang mengaduk gorengan dalam wajan. Posisi wajan juga agak tinggi dan sedikit bergoyang-goyang, karena berada di rumah panggung," terang Irawati menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anaknya.

Lanjut Irawati, saat kejadian Tiara hanya berdua dengan temannya anak pemilik rumah. Sang pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun.

"Terus temannya datang melapor kalau Tiara terkena tumpahan minyak panas. Saya langsung kesana dan melihat Tiara sudah menangis kesakitan akibat luka bakar di tubuhnya," kata Irawati sambil menunjuk beberapa luka di tubuh anaknya.

Setelah mendapat pertolongan sejumlah warga, Tiara langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Setelah tiga hari menjalani perawatan di puskesmas, oleh keluarga Tiara dipulangkan ke rumah kendati kondisinya belum sembuh.

"Takut di puskesmas, sempat dibawa ke sana, dia minta pulang katanya ada kuntilanak, tiga hari di sana. Suamiku juga sakit di rumah, tidak ada yang jaga, makanya bingung, jadi Tiara terpaksa dipulangkan, apalagi kita juga kesulitan biaya," ungkap Irawati sedih.

Diakui Irawati, untuk bertahan hidup, sehari-hari dia dan keluarga mengandalkan penghasilan anak sulungnya, yang bekerja sebagai buruh. Sudah dua tahun, sang suami tidak dapat bekerja, karena sakit-sakitan.

Selama di rumahnya, Tiara hanya mendapat perawatan seadanya, mengandalkan salep dan obat. Obat-obatan tersebut juga dibeli mengandalkan uang pemberian para dermawan.

"Cuman obat dukun dan salep saja. Tidak pernah mi saya sambung obat dari rumah sakit, karena sakit kepalanya minum obat. Adaji sedikit uang diberi orang, itu mi yang dipakai pembelikan obat," imbuhnya.

(rfs/rfs)