Richard Lee Posting di FB Terkoneksi IG Sitaan Polisi, Pengacara: Mau Jualan

Yogi Ernes - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 02:29 WIB
dr Richard Lee: Profil, Status Tersangka hingga Ramai Petisi
Foto: Instagram @dr.richard_lee

Dia justru meminta polisi untuk membuktikan dugaan penghilangan barang bukti tersebut yang dilakukan kliennya.

"Menurut pengakuan dokter Richard dia tidak pernah menghapus, versi polisi itu terhapus. Nah, sekarang begini, polisi kan punya alat canggih tentu mereka bisa kembalikan lagi. Tentu ketahaun dong siapa yang menghapus dan tidak menghapus, kan nampak," ucap Razman.

"Jadi kami kooperatif. Sekarang begini kalau diperlukan ahli-ahli tambahan di kepolisian atau alat-alat baru, silakan karena ini kasus baru. Maksudnya ini metodologi yang harus dibuat lagi karena ini akan menjadi yurisprudensi ke depannya," tambahnya.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan tambahan sebagai tersangka di kasus ilegal akses dan penghilangan barang bukti, Richard Lee membantah pernah melakukan ilegal akses kepada akun Instagram miliknya yang telah disita polisi.

"Intinya saya tidak pernah merasa melakukan, saya tidak pernah meng-hack, saya tidak pernah membobol Instagram saya sendiri pada waktu yang sudah disita pihak kepolisian. Saya tidak pernah berusaha membobol ataupun meng-hack itu," ujar Richard di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Richard Lee beralasan unggahan yang tertera di Instagram miliknya yang telah disita polisi itu dilakukan melalui akun Facebook miliknya. Dia menyebut unggahan di Facebook itu lalu terkoneksi dan muncul di Instagram miliknya tersebut.

"Jadi semua saya posting melalui Facebook bisnis switch, kebetulan akun saya berbeda dengan akun Facebook biasa. Akun Facebook saya ini Facebook bisnis lah kita ngomongnya sudah di atas. Itu saya upload di Facebook dan otomatis ter-post ke Instagram," terang Richard.

Dia mengklaim tidak pernah memiliki niat untuk melakukan unggahan yang kemudian terkoneksi ke Instagram yang telah disita polisi itu. Atas dasar itu Richard merasa tidak melakukan tindakan ilegal akses.

"Saya tidak menghendaki itu, tapi otomatis ter-post di Instagram. Yang disita adalah Instagram sedangkan Facebook saya tidak disita. Jadi saya merasa apa yang saya posting di Facebook saya tidak melakukan kesalahan," katanya.


(ygs/maa)